Nabire, tiiruu.com — Manajemen Markas Pusat Komando Nasional TPNPB-OPM mengklaim telah merampas dua unit senjata SS2 beserta 50 butir amunisi dalam serangan di Mile 50, Tembagapura, Rabu, 11 Februari 2026. Klaim tersebut disampaikan dalam Siaran Pers ke-IV yang dirilis Jumat, 13 Februari 2026.
Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, mengatakan operasi itu dilakukan pasukan TPNPB di bawah pimpinan Mayor Yeki Murib atas perintah Panglima Tinggi Goliath Naaman Tabuni bersama Titus Murib.
“Dua pucuk senjata SS2 bersama 50 butir amunisi telah dirampas oleh pasukan TPNPB dan saat ini berada di bawah kendali pimpinan TPNPB,” kata Sambom dalam keterangan tertulisnya.
Ia juga menyatakan, menurut laporan internal TPNPB, serangan tersebut menewaskan satu aparat militer dan melukai dua lainnya. Selain itu, Sambom menegaskan bahwa wilayah Tembagapura disebut telah menjadi area operasi bersenjata.
Menurut pernyataan tersebut, TPNPB meminta seluruh karyawan PT Freeport Indonesia untuk menghentikan aktivitas kerja di kawasan itu.
“Seluruh aktivitas sipil yang tidak berkaitan dengan aparat militer Indonesia diminta segera meninggalkan wilayah Tembagapura guna menghindari korban jiwa,” ujarnya.
Secara tidak langsung, manajemen TPNPB juga menyampaikan bahwa pasukan dari berbagai komando daerah operasi telah berada di wilayah Tembagapura dan siap melakukan serangan lanjutan. Mereka juga mengeluarkan peringatan kepada warga pendatang agar meninggalkan area yang disebut sebagai wilayah operasi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI maupun otoritas pemerintah terkait klaim tersebut. Situasi keamanan di kawasan Tembagapura dilaporkan masih dalam pemantauan.










































