Nabire, tiiruu.com – Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengeluarkan pernyataan sikap melalui siaran pers kedua yang dirilis pada Senin, 9 Maret 2026.
Dalam pernyataan tersebut, pimpinan Komandan Operasi TPNPB Lekagak Telenggen menyampaikan tudingan adanya agen intelijen militer Indonesia yang beroperasi dengan menyamar sebagai sopir taksi dan pekerja sipil lainnya di sejumlah wilayah di Tanah Papua.
Siaran pers tersebut disampaikan oleh Komandan Operasi Umum TPNPB-OPM Lekagak Telenggen melalui juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, yang menyebutkan bahwa laporan dari seorang sopir taksi lintas Nabire–Manokwari bernama Bastian diduga telah memberikan informasi kepada aparat militer Indonesia terkait pergerakan pasukan TPNPB.
Dalam pernyataan itu, Manajemen Markas Pusat Komando Nasional TPNPB menuding informasi tersebut menyebabkan peningkatan operasi militer di wilayah Nabire dan Manokwari.
“Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengimbau kepada seluruh pasukan TPNPB di 36 Komando Daerah Pertahanan di seluruh Tanah Papua agar wajib melakukan eksekusi mati bagi agen intelijen militer pemerintah Indonesia yang beroperasi sebagai sopir taksi di seluruh Tanah Papua,” demikian bunyi kutipan langsung dalam siaran pers tersebut.
Selain itu, pihak TPNPB juga menyatakan bahwa pihaknya memiliki bukti-bukti yang menunjukkan adanya kerja sama antara sejumlah sopir taksi, pengemudi ojek, hingga pedagang kios yang disebut bekerja sama dengan aparat keamanan Indonesia untuk mencari informasi mengenai keberadaan pasukan TPNPB.
Dalam siaran pers tersebut juga disebutkan bahwa seruan tersebut berlaku bagi berbagai jalur transportasi di wilayah Papua, seperti rute Jayapura–Wamena, Nabire–Manokwari, hingga Nabire–Paniai, termasuk kendaraan distribusi seperti mobil tangki bahan bakar dan air minum yang beroperasi di wilayah yang disebut sebagai daerah operasi TPNPB.
Pimpinan TPNPB menyatakan siap bertanggung jawab atas berbagai aksi bersenjata yang menargetkan aparat keamanan maupun pihak yang mereka sebut sebagai agen intelijen pemerintah Indonesia di wilayah operasi mereka.
“Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB siap bertanggung jawab penuh atas seluruh aksi penembakan dan pembunuhan terhadap aparat dan agen intelijen militer pemerintah Indonesia di seluruh wilayah operasi TPNPB,” demikian isi pernyataan tersebut.
Pernyataan sikap itu turut ditandatangani oleh sejumlah pimpinan TPNPB, antara lain Panglima Tinggi TPNPB-OPM Goliath Tabuni, Wakil Panglima Melkisedek Awom, Kepala Staf Umum Terianus Satto, serta Komandan Operasi Umum Lekagak Telenggen.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pemerintah maupun aparat keamanan terkait isi pernyataan tersebut. Situasi keamanan di sejumlah wilayah Papua, khususnya daerah yang sering menjadi lokasi aktivitas kelompok bersenjata, dilaporkan masih menjadi perhatian berbagai pihak.











































