Beranda POLHUKAM Mimbar Bebas di Pasar Karang, Nabire Soroti “Insiden Dogiyai Berdarah”, Peserta Tuntut...

Mimbar Bebas di Pasar Karang, Nabire Soroti “Insiden Dogiyai Berdarah”, Peserta Tuntut Keadilan

47
0

Nabire, tiiruu.com – Pelajar, mahasiswa, dan masyarakat menggelar aksi mimbar bebas bertema “Insiden Dogiyai Berdarah” di Pasar Karang Tumaritis, Nabire, Sabtu (18/4). Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 12.00 WIT ini diisi dengan orasi, aksi simbolik, serta pembacaan pernyataan sikap yang menuntut keadilan atas dugaan kekerasan terhadap warga sipil di Dogiyai.

 

Massa mulai berkumpul sejak pagi hari di area pasar. Koordinator lapangan, Fredy Son, memberikan arahan awal terkait jalannya aksi, termasuk pembagian peran dan penegasan bahwa kegiatan dilakukan secara damai.

 

“Kita datang dengan tujuan menyuarakan kemanusiaan. Aksi ini harus berjalan tertib dan damai,” ujar Fredy Son dalam arahannya kepada peserta.

 

Aksi kemudian dibuka secara resmi oleh Fredy Son selaku pembawa acara. Dalam pengantarnya, ia menjelaskan bahwa mimbar bebas ini digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap peristiwa kemanusiaan yang terjadi di Dogiyai.

 

Orasi dimulai sekitar pukul 07.41 WIT. Secara bergantian, pelajar, mahasiswa, dan perwakilan masyarakat menyampaikan aspirasi mereka. Mereka menyoroti dugaan kekerasan terhadap lima warga sipil di Dogiyai, serta mendesak adanya penegakan hukum yang adil.

 

Salah satu peserta aksi menyampaikan bahwa peristiwa tersebut tidak boleh dibiarkan tanpa kejelasan. Ia menekankan pentingnya perlindungan terhadap warga sipil.

 

“Kami meminta keadilan atas korban. Negara harus hadir melindungi rakyat sipil, bukan sebaliknya,” ujarnya dalam orasi.

 

Selain orasi, massa juga menggelar aksi simbolik berupa pembacaan puisi, doa bersama, serta pengangkatan poster dan spanduk. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada para korban sekaligus penegasan pesan kemanusiaan.

 

Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi terlihat berhenti dan memperhatikan jalannya kegiatan. Sebagian dari mereka tampak menyimak orasi yang disampaikan dan menunjukkan simpati terhadap isu yang diangkat oleh peserta aksi.

 

Di sisi lain, aparat keamanan dari Polres Nabire terlihat hadir di lokasi. Berdasarkan pantauan di lapangan, satu unit truk polisi tiba sekitar pukul 07.49 WIT, disusul truk kedua pada pukul 07.51 WIT. Dua unit kendaraan jenis Triton Hilux tiba sekitar pukul 07.53 WIT, dan kendaraan lalu lintas menyusul pada pukul 08.02 WIT. Aparat juga membawa kendaraan taktis, termasuk mobil anti peluru.

 

Meski demikian, situasi tetap berjalan kondusif. Aparat terlihat melakukan pengawasan di sekitar lokasi tanpa mengganggu jalannya aksi. Sempat terjadi komunikasi antara peserta aksi dan pihak kepolisian di awal kegiatan, namun tidak menghambat jalannya mimbar bebas.

 

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan di akhir kegiatan, koordinator aksi menegaskan sejumlah tuntutan, di antaranya mendesak pengusutan tuntas kasus dugaan kekerasan terhadap warga sipil di Dogiyai, meminta perlindungan terhadap masyarakat sipil, serta mendorong pertanggungjawaban dari pihak-pihak terkait.

 

Secara tidak langsung, para peserta juga menilai bahwa peristiwa kekerasan terhadap warga sipil harus menjadi perhatian serius semua pihak agar tidak terulang di masa mendatang.

 

Aksi ditutup dengan ajakan untuk menjaga persatuan dan solidaritas, serta terus memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan secara damai.

 

Sekitar pukul 12.00 WIT, massa membubarkan diri secara tertib dan kembali ke aktivitas masing-masing.