Beranda PEMBANGUNAN PAPUA Seruan Damai dari Sinak: YKKMP dan Tokoh Gereja Pasang Baliho Perlindungan Warga...

Seruan Damai dari Sinak: YKKMP dan Tokoh Gereja Pasang Baliho Perlindungan Warga Sipil

204
0
Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) bersama tokoh gereja dan masyarakat Distrik Sinak menyuarakan pesan perdamaian melalui pemasangan sejumlah baliho kemanusiaan, Senin (11/5).

SINAK,tiiruu.com – Di tengah situasi konflik bersenjata yang masih membayangi Kabupaten Puncak, Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) bersama tokoh gereja dan masyarakat Distrik Sinak menyuarakan pesan perdamaian melalui pemasangan sejumlah baliho kemanusiaan, Senin (11/5).

Kegiatan yang berlangsung di Distrik Sinak, Papua Tengah itu dipimpin langsung oleh Direktur YKKMP sekaligus pembela HAM Papua, Theo Hesegem, bersama Ketua Klasis Sinak Pdt. Jas Murib, para pelayan gereja GKII, tokoh adat, pemuda, perempuan, serta masyarakat setempat.

Baliho pertama dipasang di halaman Gereja GKII Imanuel Sinak sebelum dilanjutkan ke beberapa titik strategis lainnya di wilayah Sinak.

Melalui baliho tersebut, YKKMP dan masyarakat menyampaikan pesan kemanusiaan agar masyarakat sipil tidak lagi menjadi korban dalam konflik bersenjata yang terjadi di Kabupaten Puncak.

Theo Hesegem menjelaskan bahwa isi baliho memuat ajakan doa bagi pemulihan Papua, prinsip perlindungan warga sipil berdasarkan Hukum Humaniter Internasional, serta pernyataan sikap masyarakat Sinak terhadap situasi keamanan yang terjadi.

“Ini adalah suara masyarakat sipil yang ingin hidup tenang dan terbebas dari rasa takut akibat konflik,” kata Theo.

Dalam pesan yang disampaikan, masyarakat meminta aparat TNI dan TPNPB untuk tidak menjadikan wilayah permukiman warga sebagai lokasi pertempuran. Mereka juga menyoroti pentingnya penghormatan terhadap hak-hak masyarakat sipil, termasuk perlindungan dari penangkapan sewenang-wenang, intimidasi, penyiksaan, hingga kekerasan.

Selain isu keamanan, masyarakat juga berharap aktivitas pendidikan, pelayanan kesehatan, kegiatan keagamaan, dan ekonomi warga dapat berjalan normal tanpa gangguan konflik.

Pemasangan baliho dilakukan di tiga lokasi utama, yakni halaman Gereja GKII Imanuel Sinak, pertigaan Gulanikime depan Kantor Distrik Sinak, dan kawasan Sinak Barat.

YKKMP menyebut kegiatan serupa akan kembali dilanjutkan pada 12 Mei 2026 di sejumlah titik lain di Distrik Sinak sebagai bagian dari kampanye kemanusiaan dan perlindungan warga sipil.

Theo Hesegem menegaskan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi bentuk dukungan moral bagi warga yang mengungsi dari Distrik Kembru, Pogoma, Yugumuak, dan Oneri akibat konflik bersenjata.

“Kami ingin masyarakat sipil mendapat perlindungan dan tidak lagi menjadi korban dari situasi perang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Klasis Sinak Pdt. Jas Murib meminta seluruh masyarakat menjaga baliho yang telah dipasang. Ia bahkan mengimbau para orang tua agar mengingatkan anak-anak untuk tidak merusak baliho menggunakan ketapel.

Menurutnya, pesan yang tertulis di baliho merupakan jeritan hati masyarakat Sinak yang mendambakan kedamaian di tanah mereka sendiri.

“Harapan masyarakat sederhana, mereka ingin hidup aman, beribadah dengan tenang, dan anak-anak bisa kembali belajar tanpa ketakutan,” tuturnya. (*).