Beranda PAPUA PEGUNUNGAN Turun hingga Ke Distrik, KPA Jayawijaya Bangun Sinergi Perkuat Layanan HIV/AIDS di...

Turun hingga Ke Distrik, KPA Jayawijaya Bangun Sinergi Perkuat Layanan HIV/AIDS di 18 Puskesmas

38
0
Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Jayawijaya menunjukkan komitmennya dalam memperkuat penanganan HIV/AIDS dengan melakukan kunjungan kerja ke 18 puskesmas yang tersebar di berbagai distrik di Kabupaten Jayawijaya, Jumat, (26/06/2026).

WAMENA,tiiruu.com – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Jayawijaya menunjukkan komitmennya dalam memperkuat penanganan HIV/AIDS dengan melakukan kunjungan kerja ke 18 puskesmas yang tersebar di berbagai distrik.

Kegiatan ini menjadi langkah awal kepengurusan  yang dilakukan pengurus  baru yang dipercayakan sejak tiga Juni  2026 lalu,  juga sebagai bagian dari mewujudkan visi misi Bupati Jayawijaya Athenius Murib dan Wakil Bupati Ronny Elopere dalam mempercepat penaganan kesehatan di Jayawijaya  lebih khususnya memastikan pelayanan kepada Orang dengan HIV (ODHIV) berjalan lebih optimal berbasis data pasien ODHIV yang terbaru guna mengurangi angka pasien  juga bagian dari penjangkauan pasien Los ollow Up yang selama ini belum di Follow Up.

Ketua Harian KPA Jayawijaya, Tonius Wenda, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan agenda perdana sesuai arahan Ketua Umum KPA Jayawijaya Athenius Murib yang juga selaku Bupati Kabupaten Jayawijaya, setelah renovasi Kantor KPA Jayawijaya selesai pada Juni 2026. Selain memperkenalkan jajaran pengurus baru, kegiatan ini juga bertujuan membangun koordinasi yang lebih erat dengan tenaga kesehatan di seluruh puskesmas.

Menurutnya, kunjungan lapangan menjadi kesempatan bagi KPA untuk melihat langsung kondisi pelayanan HIV/AIDS, mendengar aspirasi tenaga kesehatan, serta memetakan berbagai tantangan yang masih dihadapi dalam penanganan pasien.

“Kami ingin memastikan pelayanan HIV/AIDS terus meningkat. Karena itu kami datang langsung ke puskesmas untuk berdiskusi dengan dokter, petugas P2P, dan tenaga kesehatan agar setiap kendala dapat dicarikan solusi bersama,” ujar Tonius di Kantor KPA, Sabtu, (27/06/2026).

Dari hasil dialog di lapangan, KPA menemukan bahwa stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV masih menjadi tantangan utama. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian pasien memilih mengambil obat di puskesmas lain demi menjaga kerahasiaan status kesehatannya.

Selain itu, KPA juga menaruh perhatian terhadap masih banyaknya pasien yang berstatus lost to follow up, yakni pasien yang pernah menjalani terapi tetapi tidak lagi rutin mengambil obat. Untuk mengatasi persoalan tersebut, KPA akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan kelompok kerja (Pokja) guna menelusuri kembali pasien yang terputus pengobatannya.

“Kami ingin pasien yang sempat berhenti berobat dapat kembali menjalani terapi secara teratur sehingga kualitas hidup mereka tetap terjaga,” katanya.

Hasil kunjungan ke seluruh puskesmas juga akan menjadi dasar penyusunan program penanganan HIV/AIDS yang lebih tepat sasaran, termasuk pemetaan jumlah pasien aktif, pasien yang putus berobat, hingga kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.

Sebagai bentuk dukungan terhadap keberhasilan terapi antiretroviral (ARV), KPA Jayawijaya juga menyiapkan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi pasien HIV/AIDS. Bantuan tersebut akan dikelola oleh masing-masing puskesmas melalui tenaga gizi agar disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi setiap pasien.

Program hibah PMT itu direncanakan diserahkan secara simbolis oleh Ketua Umum KPA Kabupaten Jayawijaya sekaligus Bupati Jayawijaya, Atenius Murib, kepada seluruh puskesmas.

Dalam kunjungan tersebut, Tonius Wenda didampingi Ketua I Endius Kogoya, Bendahara Dafid Murib, para koordinator bidang, serta anggota KPA Jayawijaya. Mereka mengajak seluruh puskesmas untuk memperkuat kemitraan dalam meningkatkan kualitas pelayanan HIV/AIDS di Kabupaten Jayawijaya.

Kunjungan ini mendapat apresiasi dari tenaga kesehatan di lapangan. Kepala P2P Puskesmas Distrik Wolo, dr. Erland, menilai kehadiran langsung pengurus KPA menjadi bentuk perhatian nyata yang telah lama dinantikan.

“Selama beberapa tahun terakhir belum pernah ada kunjungan seperti ini. Kami sangat mengapresiasi kepengurusan KPA yang baru karena datang langsung melihat kondisi pelayanan dan mendengarkan kebutuhan tenaga kesehatan di lapangan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, KPA Jayawijaya berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah, puskesmas, tenaga kesehatan, LSM, dan seluruh pemangku kepentingan. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, diharapkan stigma terhadap ODHIV dapat terus ditekan, kepatuhan pengobatan meningkat, dan pelayanan HIV/AIDS di Kabupaten Jayawijaya semakin berkualitas. (*).