Beranda ADVERTORIAL Pertama Kali Jadi Pelatih, Anifian Edowai Persembahkan Juara Favorit Musik Akustik Lokal...

Pertama Kali Jadi Pelatih, Anifian Edowai Persembahkan Juara Favorit Musik Akustik Lokal untuk Deiyai

148
0

DEIYAI, tiiruu.com – Untuk pertama kalinya dipercaya menjadi pelatih dalam ajang Festival Musik Akustik Lokal tingkat Provinsi Papua Tengah, Anifian Edowai berhasil mengantarkan tim gabungan siswa SMA Kabupaten Deiyai meraih predikat Juara Favorit.

 

Anifian Edowai yang selama ini dikenal sebagai penyanyi asal Deiyai mengatakan dirinya sempat terkejut saat diminta menjadi pelatih. Namun, kepercayaan yang diberikan oleh panitia justru menjadi motivasi untuk membimbing para peserta hingga tampil maksimal.

 

“Saya ditunjuk oleh Ibu Ice Pekei selaku Koordinator Umum Festival dari Deiyai untuk menjadi pelatih Musik Akustik Lokal. Awalnya saya jujur kaget. Namun, puji Tuhan akhirnya kami bisa meraih Juara Favorit bersama anak-anak,” kata Anifian Edowai saat dihubungi melalui telepon, Sabtu (27/6/2026).

 

Perempuan yang akrab disapa Ani itu sehari-hari mengajar sebagai guru honorer di SD Inpres Waita Kotu, Distrik Tigi Timur, Kabupaten Deiyai. Ia menjelaskan, selama masa persiapan dirinya bersama sembilan siswa dari berbagai SMA di Deiyai menjalani latihan secara intensif.

 

Menurut Ani, timnya membawakan dua lagu dalam perlombaan, yakni lagu wajib *Tanah Papua* ciptaan almarhum Yance Rumbino yang diaransemen ke dalam bahasa daerah, serta lagu pilihan berjudul *Deiyai Maki*. Pada lagu pilihan tersebut, mereka juga menambahkan beberapa lirik berbahasa Gowai sebagai pembuka penampilan.

 

“Hasil dari latihan selama ini, puji Tuhan kami berhasil meraih Juara Favorit. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya dan juga anak-anak,” ujarnya.

 

Ani mengaku bangga karena kepercayaan itu merupakan pengalaman pertamanya menjadi pelatih pada ajang festival tingkat provinsi. Ia mengatakan proses latihan hingga tampil di hadapan dewan juri memberikan banyak pelajaran, baik bagi dirinya maupun para peserta.

 

Ia menilai anak-anak Deiyai memiliki potensi besar di bidang musik dan tarik suara. Karena itu, ia berharap pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan seni musik di sekolah.

 

“Saya melihat adik-adik kita di Deiyai memiliki potensi yang luar biasa di bidang musik dan tarik suara. Kalau bisa, pemerintah menyediakan satu paket alat musik tradisional maupun modern di setiap SMP dan SMA agar kegiatan musik di sekolah dapat terus berjalan,” katanya.

 

Menurut Ani, keberadaan alat musik di sekolah tidak hanya melahirkan seniman sejak usia muda, tetapi juga menjadi wadah kegiatan positif bagi para pelajar sehingga dapat mengurangi berbagai aktivitas negatif.

 

Sebagai seorang guru, ia mengaku melihat banyak siswa di Deiyai memiliki bakat yang perlu terus dibina. Ia mengajak seluruh pihak, termasuk pemerintah, sekolah, dan masyarakat, untuk bersama-sama mendorong perkembangan potensi tersebut.

 

“Sebagai seorang guru, saya melihat bakat musik dan menyanyi anak-anak Deiyai sangat banyak. Mari kita dorong mereka bersama-sama agar ke depan mampu bersaing dengan anak-anak dari daerah lain,” ujarnya.

 

Ani juga berpesan kepada generasi muda, khususnya para pelajar, agar tidak berhenti mengembangkan bakat yang dimiliki. Menurutnya, setiap talenta merupakan anugerah Tuhan yang harus terus diasah melalui latihan dan kerja keras.

 

“Khusus kepada anak-anak yang sudah tampil bersama saya, jangan patah semangat. Setelah kembali ke sekolah, teruslah berlatih, baik di bidang musik, menyanyi, maupun bidang lainnya. Terus kembangkan bakat yang Tuhan berikan dengan semangat juang yang tinggi,” katanya.