Beranda POLHUKAM Lima Grup Band Asal Deiyai Siap Guncang Panggung Papua Reggae Festival Ke-XI...

Lima Grup Band Asal Deiyai Siap Guncang Panggung Papua Reggae Festival Ke-XI di Nabire

267
0

WAGHETE, Tiiruu.com — Lima grup band asal Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, menyatakan kesiapan mereka untuk tampil dan mengguncang panggung Papua Reggae Festival (PRF) Ke-XI yang dijadwalkan berlangsung pada 16–17 Oktober 2026 di Kabupaten Nabire, Papua Tengah.

Kelima grup band tersebut masing-masing KND BAND, YUPIWO BAND, MEEUWODIDE BAND, TIGI PEKU BAND, dan KOTEKA BAND. Mereka siap membawa warna tersendiri dalam festival musik reggae melalui penampilan yang memadukan irama reggae dengan kekayaan bahasa dan budaya masyarakat suku Mee

Ketua KND BAND, Senior Edowai, mengatakan keikutsertaan lima grup band asal Deiyai tersebut merupakan kesempatan berharga bagi para musisi lokal untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, serta memperkenalkan identitas budaya daerah melalui musik.
Menurutnya, seluruh grup band telah mempersiapkan diri untuk tampil dengan membawakan tiga lagu berbahasa daerah suku Mee, sesuai keputusan Ketua KORP PAPUA, Thedi Pekei.

“Kami dari lima grup band asal Deiyai sudah siap tampil di Papua Reggae Festival Ke-XI di Nabire. Kami akan membawakan tiga lagu berbahasa daerah suku Mee sesuai keputusan Ketua KORP PAPUA, Thedi Pekei,” kata Senior Edowai dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, keikutsertaan mereka bukan sekadar untuk meramaikan panggung hiburan, melainkan juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan karya musik anak-anak muda Deiyai kepada masyarakat Papua yang lebih luas.

Melalui festival tersebut, para musisi Deiyai ingin menunjukkan bahwa generasi muda dari wilayah pegunungan Papua Tengah memiliki potensi dan kemampuan untuk berkarya serta bersaing secara kreatif di dunia musik.

Selain itu, penggunaan bahasa Mee dalam lagu-lagu yang akan dibawakan menjadi salah satu bentuk kecintaan terhadap bahasa ibu sekaligus upaya menjaga dan memperkenalkan identitas budaya masyarakat Mee melalui karya seni.

Senior Edowai berharap penampilan kelima grup band tersebut dapat memberikan motivasi bagi generasi muda Deiyai untuk terus mengembangkan bakat, khususnya dalam bidang seni dan musik.

Menurutnya, musik reggae tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk menyampaikan pesan perdamaian, cinta kasih, persaudaraan, dan persatuan di tengah kehidupan masyarakat

Dengan mengusung semangat “One Vibe, One Love, One Papua”, kelima grup band tersebut ingin menjadikan panggung Papua Reggae Festival sebagai ruang untuk mempererat hubungan persaudaraan antarmusisi dan komunitas pecinta reggae dari berbagai daerah di Tanah Papua.

Keikutsertaan lima grup band asal Deiyai dalam festival ini juga diharapkan dapat membuka peluang bagi musisi lokal untuk memperluas jaringan, bertukar pengalaman, serta mengembangkan kreativitas dalam menciptakan karya musik yang berakar pada nilai-nilai budaya daerah.

Papua Reggae Festival Ke-XI di Nabire diharapkan menjadi momentum bagi para musisi muda untuk memperkenalkan karya mereka sekaligus memperkuat semangat kebersamaan melalui musik.

Karena itu, Senior Edowai mengajak masyarakat Deiyai, Nabire, serta para pecinta musik reggae dari berbagai wilayah Papua Tengah untuk hadir dan memberikan dukungan kepada kelima grup band yang akan tampil.

Dukungan masyarakat dinilai penting untuk membangkitkan semangat para musisi lokal agar terus berkarya dan membawa nama daerah melalui panggung seni dan musik.

“Kami 5 Grup band dari Deiyai besok tanggal 15 Oktober akan turun bersama dari Deiyai ke Nabire,” ujar Edowai lagi

Lima grup band, satu semangat, satu irama, dan satu cinta untuk Papua. KND BAND, YUPIWO BAND, MEEUWODIDE BAND, TIGI PEKU BAND, dan KOTEKA BAND siap membawa semangat anak-anak Deiyai ke panggung Papua Reggae Festival Ke-XI di Nabire pada 16–17 Oktober 2026.