Beranda PEMBANGUNAN PAPUA Bupati Deiyai Tekankan Disiplin ASN, Transparansi Anggaran, dan Percepatan Pelayanan Publik

Bupati Deiyai Tekankan Disiplin ASN, Transparansi Anggaran, dan Percepatan Pelayanan Publik

258
0

DEIYAI, tiiruu.com – Bupati Kabupaten Deiyai, Melkianus Mote, menegaskan pentingnya profesionalisme aparatur sipil negara (ASN), transparansi pengelolaan anggaran, serta percepatan pelayanan publik dalam Apel Gabungan ASN, CPNS, dan tenaga kontrak, Sabtu (22/2/2026).

 

Dalam arahannya, Bupati Mote menyoroti rendahnya kehadiran pegawai saat pimpinan daerah tidak berada di tempat. Ia menegaskan bahwa disiplin kerja tidak boleh bergantung pada kehadiran kepala daerah.

 

“Pekerjaan adalah soal profesionalisme. Meskipun Bupati tidak hadir, ASN tetap harus masuk dan bekerja dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.

 

Pelantikan ASN dan Pengembangan Karier

 

Mote meminta BKPSDM segera memproses pelantikan pejabat yang telah memenuhi persyaratan administrasi. Ia menegaskan bahwa proses tersebut tidak boleh ditunda.

 

“Yang sudah lengkap berkasnya harus segera diproses. Pelantikan ini penting untuk pengembangan SDM ASN,” ujarnya.

 

Mote juga menekankan pentingnya pengurusan golongan dan kenaikan pangkat, serta pelaksanaan pelatihan kepemimpinan (PIM III dan PIM IV) secara rutin guna meningkatkan kualitas aparatur.

 

Pengelolaan Anggaran dan Kinerja OPD

 

Mote mengingatkan bahwa kegiatan pelayanan dasar tidak boleh menunggu ketersediaan dana tambahan karena sudah menjadi bagian dari tugas pokok dan fungsi perangkat daerah.

 

Menurut Mote, anggaran operasional telah tersedia sehingga kepala dinas harus memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan transparan dan akuntabel.

 

Situasi Keamanan dan Prinsip Penggunaan Anggaran

 

Menanggapi sejumlah kasus kekerasan yang terjadi di wilayah Waghete, Bupati Mote menegaskan pemerintah tidak akan menggunakan uang negara untuk meredam konflik secara instan.

 

“Uang negara bukan untuk dibagikan sembarangan. Anggaran harus digunakan untuk pembangunan jangka panjang,” tegasnya.

 

Peningkatan Layanan Kesehatan dan Pendidikan

 

Mote menyampaikan bahwa Puskesmas dan RSUD di Deiyai akan menjalani proses akreditasi tahun ini. Ia meminta seluruh tenaga kesehatan memberikan pelayanan maksimal sebelum pasien dirujuk ke Paniai atau Nabire.

 

Di sektor pendidikan, Mote menegaskan pengawasan ketat terhadap kinerja sekolah serta penertiban sekolah tidak aktif.

 

“Sekolah siluman harus ditutup. Pendidikan harus menghasilkan generasi Deiyai yang cerdas,” katanya.

 

Penataan Kelembagaan dan Disiplin Tenaga Kontrak

 

Mote mengungkapkan bahwa sejumlah gedung perkantoran baru telah selesai dibangun dan akan segera difungsikan, termasuk kantor Satpol PP dan perpustakaan daerah. Pemerintah juga akan menggelar penilaian penataan administrasi dan kebersihan kantor.

 

Terkait tenaga kontrak, ia menegaskan bahwa pegawai yang tidak aktif akan dicoret dari daftar.

 

“Yang tidak masuk kerja akan dikeluarkan. Aturannya jelas dan akan diperkuat dengan SK Bupati,” ujarnya.

 

Program Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat

 

Pemerintah daerah juga akan menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang direncanakan berlokasi di depan Distrik Tigi. Program ini diproyeksikan membuka lapangan kerja sekaligus meningkatkan permintaan hasil pertanian lokal.

 

Selain itu, bantuan usaha masyarakat akan diberikan berdasarkan verifikasi langsung di lapangan, bukan melalui proposal tertulis.

 

Penegasan Soal Formasi CPNS

 

Bupati memastikan informasi terkait formasi sisa CPNS yang beredar di media sosial adalah tidak benar. Ia menegaskan seluruh proses seleksi dilakukan berdasarkan nilai dan ketentuan pemerintah pusat.

 

Apel gabungan tersebut juga menjadi momentum penegasan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola birokrasi, meningkatkan pelayanan publik, serta mendorong pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Deiyai. (*)