Beranda ADVERTORIAL Pemkab Deiyai Gandeng Pengusaha Lokal Marko Yawalka Kembangkan Mesin Pakan Ternak untuk...

Pemkab Deiyai Gandeng Pengusaha Lokal Marko Yawalka Kembangkan Mesin Pakan Ternak untuk Perkuat BUMDes

504
0
Pemerintah Kabupaten Deiyai bekerja sama dengan pengusaha asli Orang Asli Papua (OAP) asal Deiyai, Marco Yawalka, dalam pengembangan mesin pencacah rumput dan pakan ternak babi

 

Deiyai, Tiiruu. Com– Pemerintah Kabupaten Deiyai bekerja sama dengan pengusaha asli Orang Asli Papua (OAP) asal Deiyai, Marco Yawalka, dalam pengembangan mesin pencacah rumput dan pakan ternak babi sebagai upaya mendukung kemandirian masyarakat serta memperkuat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bidang peternakan babi di 67 kampung menuju terwujudnya Ekina Tonawi.

Penyerahan mesin pencacah rumput secara simbolis dilakukan oleh Marco Yawalka kepada Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Deiyai, Dr. Ferdinant Pakage, S.E., M.M., M.AP., pada Kamis (13/8/2026) di Aula SMA Negeri 1 Tigi.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas DPMK mengumpulkan para kepala kampung dan masyarakat penerima bantuan. Ia menjelaskan bahwa pembagian mesin pencacah rumput merupakan kelanjutan dari program pembagian bibit ternak babi yang telah dilaksanakan sebelumnya melalui alokasi Dana Desa.

“Kemarin kami sudah membagikan bibit babi. Sekarang kami menyerahkan mesin pencacah rumput agar para peternak yang menerima bibit babi dapat lebih mudah menyediakan pakan ternak sehingga usaha peternakan mereka semakin berkembang,” ujar Ferdinant Pakage Kamis, (13/08/2026).

Ia menjelaskan, mesin yang disalurkan saat ini berfungsi untuk mencacah rumput sebagai pakan ternak. Ke depan, apabila kampung mengalokasikan anggaran, pemerintah juga dapat memesan mesin dengan fungsi lain seperti pemotong ubi, singkong, keladi, maupun batang pisang sebagai bahan pakan ternak.
Menurut Ferdinant, mesin tersebut diserahkan kepada kepala kampung yang telah melakukan pemesanan sebelumnya. Sementara kampung yang belum melakukan pemesanan belum dapat menerima bantuan pada tahap ini.

Sementara itu, pengusaha sekaligus pembuat mesin, Marco Yawalka, berharap pemerintah daerah dalam setiap pengadaan alat pertanian maupun peternakan lebih memperhatikan kebutuhan nyata masyarakat.

Menurutnya, sebagian besar masyarakat Deiyai yang memelihara babi masih mengandalkan daun dan rumput sebagai pakan utama. Oleh karena itu, pengadaan mesin pencacah rumput dinilai jauh lebih tepat dibandingkan mesin pembuat pelet atau mesin penggiling jagung yang belum sesuai dengan kondisi masyarakat.

“Pemerintah harus melihat kebutuhan masyarakat sebelum melakukan pengadaan barang. Jangan masyarakat membutuhkan mesin pencacah rumput, tetapi yang diadakan justru mesin pelet atau mesin penggiling jagung yang fungsi dan cara penggunaannya berbeda. Pengadaan harus benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.

Marco juga mengungkapkan bahwa sebelumnya Dinas DPMK memesan sekitar 35 unit mesin. Namun, pihaknya memiliki kapasitas untuk memproduksi lebih banyak lagi, termasuk berbagai inovasi lain seperti kompor berbahan oli bekas, mesin pemotong ubi, singkong, keladi, batang pisang, dan berbagai peralatan tepat guna lainnya.
Ia turut memberikan apresiasi kepada Kepala Dinas DPMK yang memilih menggunakan produk hasil karya putra daerah.

“Di tengah banyaknya produk dari luar daerah, Kepala Dinas DPMK masih memberikan kepercayaan kepada hasil inovasi anak-anak negeri sendiri. Kepercayaan ini secara tidak langsung telah membuka lapangan kerja bagi kami sekaligus mendorong kami untuk terus berinovasi menghasilkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Marco.

Melalui kerja sama ini, Pemerintah Kabupaten Deiyai berharap pengembangan peternakan babi berbasis kampung dapat semakin maju, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus memperkuat peran BUMDes sebagai penggerak ekonomi desa. (*).