Beranda PAPUA PEGUNUNGAN APINDO Dogiyai: Pendekatan Keamanan yang Menebar Ketakutan Sedang Menghancurkan Ekonomi Rakyat

APINDO Dogiyai: Pendekatan Keamanan yang Menebar Ketakutan Sedang Menghancurkan Ekonomi Rakyat

864
0
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia, Melkianus Tebai,

DOGIYAI,tiiruu.com – Situasi keamanan di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, kini tidak lagi hanya menjadi persoalan sosial, tetapi telah berubah menjadi ancaman serius bagi kehidupan ekonomi masyarakat. Ketakutan yang terus dirasakan warga disebut telah melumpuhkan aktivitas pasar, menghentikan usaha masyarakat, hingga membuat pembangunan daerah berjalan di tempat.

Asosiasi Pengusaha Indonesia menilai kondisi Dogiyai saat ini sudah berada dalam situasi yang mengkhawatirkan. Perputaran uang melemah, transaksi jual beli menurun drastis, sementara masyarakat memilih membatasi aktivitas karena takut dengan kondisi keamanan yang belum kondusif.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia, Melkianus Tebai, menegaskan bahwa ketakutan masyarakat hari ini telah berdampak langsung terhadap lumpuhnya roda ekonomi lokal.

“Hari ini masyarakat takut ke kebun, takut ke pasar, bahkan takut menjalankan usaha. Kalau situasi seperti ini terus dipelihara, maka ekonomi rakyat akan hancur perlahan,” tegasnya.

Menurut APINDO, rasa aman merupakan syarat utama agar masyarakat dapat bekerja, berdagang, dan menjalankan aktivitas ekonomi secara normal. Namun yang terjadi saat ini justru sebaliknya, masyarakat sipil hidup dalam tekanan dan kekhawatiran.

APINDO juga menyoroti pendekatan keamanan yang dinilai tidak humanis dan justru memperbesar trauma masyarakat. Organisasi pengusaha tersebut menegaskan bahwa aparat keamanan seharusnya hadir untuk melindungi rakyat, bukan menciptakan ketakutan baru di tengah warga sipil.

“Tugas TNI dan Polri adalah memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat. Bukan melakukan pendekatan yang membuat warga semakin takut hidup dan beraktivitas,” kata Melkianus.

APINDO secara tegas mengecam segala bentuk kekerasan terhadap masyarakat sipil dan meminta agar tidak ada lagi tindakan penembakan maupun operasi yang berdampak terhadap warga yang tidak terlibat konflik.

Menurut mereka, pendekatan keamanan yang keras tidak pernah menyelesaikan persoalan, melainkan hanya memperparah situasi sosial, mematikan aktivitas ekonomi, dan menghambat pembangunan daerah.

“Fakta di lapangan hari ini jelas. Pasar melemah, aktivitas masyarakat menurun, dan pembangunan tersendat. Ini bukan kondisi stabil, ini tanda bahwa Dogiyai sedang mengalami krisis sosial dan ekonomi,” ujarnya.

Dalam pernyataannya, APINDO juga meminta pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta aparat keamanan untuk duduk bersama mencari solusi damai demi menyelamatkan kehidupan masyarakat Dogiyai.

APINDO menegaskan bahwa masyarakat tidak membutuhkan ketakutan, tetapi membutuhkan jaminan hidup yang aman agar ekonomi bisa kembali bergerak.

“Tanpa rasa aman tidak ada aktivitas. Tanpa aktivitas tidak ada ekonomi. Dan kalau ekonomi rakyat mati, maka pembangunan di Dogiyai hanya akan menjadi slogan,” tutup Melkianus Tebai. (*).