Beranda ADVERTORIAL 25 OAP Deiyai Dicetak Jadi Auditor, Herman Pakage: Kita Harus Bekerja Akuntabel

25 OAP Deiyai Dicetak Jadi Auditor, Herman Pakage: Kita Harus Bekerja Akuntabel

341
0

Nabire, Tiiruu. Com— Sebanyak 25 peserta Orang Asli Papua (OAP) dari Kabupaten Deiyai mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pembentukan Jabatan Fungsional Auditor Ahli Pertama di lingkungan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) Kabupaten Deiyai.

Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Carmel Kalibobo, Nabire, Papua, Senin (28/9/2026).

Sekretaris Inspektorat Kabupaten Deiyai, Herman Pakage, S.T., dalam arahannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang mengikuti diklat tersebut.

Herman mengatakan, keikutsertaan 25 peserta OAP dalam diklat auditor tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat kapasitas pengawasan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Deiyai.

“Selamat kepada 25 auditor peserta diklat. Kami merekrut peserta auditor sebanyak ini, dan menurut kami ini merupakan yang pertama di Indonesia, khususnya 25 peserta OAP dari Kabupaten Deiyai,” ujar Herman dalam sambutannya.

Ia meminta seluruh peserta mengikuti proses pendidikan dan pelatihan dengan sungguh-sungguh agar nantinya mampu menjalankan tugas secara profesional dan akuntabel.

“Rekan-rekan auditor harus belajar semaksimal mungkin supaya ke depan kita dapat bekerja secara akuntabel. Kita harus melakukan pendampingan agar Deiyai bersih dari praktik-praktik korupsi,” katanya.

Herman juga menyampaikan apresiasi kepada tim Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang turut memberikan dukungan dalam peningkatan kapasitas para auditor di Kabupaten Deiyai.

Menurutnya, keterbatasan anggaran yang tertuang dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan kegiatan peningkatan kapasitas. Karena itu, ia berharap dukungan BPKP dapat terus diberikan, termasuk jika ke depan Kabupaten Deiyai membuka kelas pelatihan auditor.

“Kami mohon kepada tim BPKP untuk tidak bosan-bosannya memberikan dukungan. Kalau melihat DPA kami yang terbatas, ke depan kami ingin membuka kelas. Karena itu, kami mohon dukungan dari BPKP,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Herman berpesan kepada para peserta agar tidak menganggap diklat tersebut sebagai akhir dari proses pembelajaran. Menurutnya, para auditor harus terus meningkatkan pengetahuan dan kemampuan setelah menyelesaikan pendidikan.

“Pesan saya, setelah ini rekan-rekan menjadi auditor ahli pertama, bukan berarti selesai. Ke depan kalian harus terus belajar. Kami ini struktural, sedangkan kalian berada dalam jabatan fungsional,” jelas Herman.

Ia berharap para auditor yang mengikuti diklat dapat menjalankan tugas pengawasan secara profesional serta berkontribusi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel di Kabupaten Deiyai.