Beranda POLHUKAM Klaim Kontak Tembak di Totio, TPNPB-OPM Paniai Serukan Perlindungan Warga Sipil

Klaim Kontak Tembak di Totio, TPNPB-OPM Paniai Serukan Perlindungan Warga Sipil

2666
0
TPB - PB Paniai saat menyeberang danau Paniai

 

PANIAI,tiiruu.com — Suasana di wilayah Totio, Kabupaten Paniai, kembali menjadi perhatian setelah kelompok yang menyebut diri sebagai Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) wilayah Paniai menyampaikan klaim terkait adanya kontak tembak dengan pasukan gabungan TNI-Polri.

Klaim tersebut disampaikan melalui sebuah video yang beredar dan disebut berasal dari jajaran TPNPB-OPM Paniai. Dalam rekaman itu, kelompok tersebut menyampaikan versi mereka mengenai peristiwa yang disebut terjadi di sekitar wilayah markas mereka di Totio.

Dalam pernyataannya, TPNPB-OPM Paniai menyebut peristiwa berlangsung sekitar pukul 10.12 waktu setempat. Mereka mengklaim pasukan gabungan TNI-Polri memasuki kawasan Totio menggunakan lima kapal cepat.

Kelompok tersebut menyatakan telah melakukan kesiapsiagaan sejak awal. Mereka mengklaim satu tembakan dilepaskan ketika pasukan gabungan mendekati kawasan pelabuhan, yang kemudian diikuti balasan tembakan hingga terjadi kontak senjata dalam waktu singkat.

“Setelah itu pasukan gabungan mundur ke Aikai lalu masuk Enarotali. Kami ikuti sampai batas wilayah pertahanan lalu berhenti dan tetap siaga penuh di markas,” demikian pernyataan yang disampaikan dalam video tersebut.

Dalam rekaman itu, TPNPB-OPM Paniai juga menyinggung keberadaan sejumlah pos aparat keamanan di wilayah Obano dan Komopa. Mereka mengklaim selama ini tidak pernah mengganggu aktivitas distribusi logistik menuju pos-pos tersebut.

Namun, menurut mereka, masuknya pasukan gabungan hingga mendekati wilayah markas di Totio menjadi pemicu terjadinya kontak bersenjata.

Di tengah situasi keamanan yang masih menjadi perhatian, kelompok tersebut menyerukan agar masyarakat sipil tidak menjadi korban dalam setiap operasi keamanan maupun konflik bersenjata.

Mereka meminta kawasan permukiman warga, sekolah, puskesmas, hingga tempat ibadah tetap dijaga dan tidak dijadikan lokasi pertempuran. Mereka juga menekankan pentingnya penghormatan terhadap prinsip perlindungan warga sipil dalam hukum humaniter internasional.

“Kami minta jangan jadikan wilayah warga sipil sebagai medan tempur,” demikian isi pernyataan tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI maupun Polri terkait klaim kontak tembak yang disampaikan oleh TPNPB-OPM Paniai.

Sementara itu, aparat keamanan terus melakukan langkah pengamanan di sejumlah wilayah Papua sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan serta memberikan perlindungan kepada masyarakat di tengah dinamika konflik bersenjata yang masih berlangsung. (*).