
WAMENA,tiiruu.com– Ketua GEM Kiara Provinsi Papua Pegunungan, Yunus Penggu, secara tegas mengecam aksi demonstrasi yang mengatasnamakan OKP Cipayung di wilayah Papua Pegunungan. Ia menilai aksi tersebut sarat kepentingan pribadi dan tidak mewakili sikap resmi organisasi.
Menurut Yunus, gerakan yang dilakukan oleh dua oknum, yakni Yusuf Yikwa dan Engki Lapok (Kihilapok), tidak seharusnya membawa nama besar OKP Cipayung demi kepentingan pribadi, terlebih dalam isu terkait DPRK.
“Saya pikir adik-adik ini jangan membawa nama OKP Cipayung untuk kepentingan dua orang saja. Jangan menghancurkan marwah organisasi dan jangan melibatkan masyarakat luas untuk agenda pribadi,” tegas Yunus dalam keterangannya di Wamena. Rabu, (04/03/2026).
Ia menegaskan bahwa OKP Cipayung merupakan mitra pemerintah dan memiliki peran strategis sebagai organisasi kepemudaan yang terdidik serta bertanggung jawab.
Karena itu, setiap langkah organisasi seharusnya didasarkan pada kajian yang matang dan kepentingan masyarakat luas, bukan kepentingan politik perorangan.
Terkait polemik DPRK, Yunus menyatakan bahwa keputusan gubernur sudah final dan telah diturunkan kepada delapan bupati di kabupaten/kota se-Papua Pegunungan sejak tiga bulan lalu.
Ia meminta agar pihak yang keberatan menempuh jalur koordinasi dengan pemerintah kabupaten masing-masing, bukan lagi mengarahkan tuntutan kepada gubernur.
“Keputusan gubernur sudah jelas dan sudah diserahkan ke bupati masing-masing. Jadi kalau mau menyampaikan aspirasi, silakan ke bupati. Tidak perlu lagi mengarah ke gubernur karena itu sudah final,” ujarnya.
Yunus juga mendesak para bupati segera melakukan pelantikan sesuai keputusan yang telah ditetapkan. Menurutnya, penundaan yang berlarut-larut berpotensi menimbulkan gejolak di tengah masyarakat.
“Jangan sampai persoalan ini menjadi api dalam sekam. Kalau dibiarkan, bisa meledak dan merugikan banyak pihak. Ini menyangkut aspirasi masyarakat di daerah masing-masing,” katanya.
Ia kembali menekankan bahwa OKP Cipayung sebagai organisasi kaum intelektual harus berdiri di tengah masyarakat secara objektif dan tidak terseret dalam kepentingan politik praktis.
“OKP Cipayung itu orang-orang terpelajar. Kita harus jeli melihat persoalan. Kalau organisasi ini bergerak demi kepentingan perorangan, maka fungsinya sebagai mitra pemerintah dan penjaga aspirasi rakyat akan dipertanyakan,” pungkasnya.
Yunus berharap seluruh elemen pemuda di Papua Pegunungan tetap menjaga stabilitas daerah dan tidak mudah terprovokasi oleh kepentingan sempit yang berpotensi memecah belah masyarakat, khususnya di Kota Wamena.(*).









































