Beranda POLHUKAM TPNPB Umumkan Duka Nasional atas Wafatnya Mayor Hosea Satu Boma di Paniai

TPNPB Umumkan Duka Nasional atas Wafatnya Mayor Hosea Satu Boma di Paniai

788
0
Oplus_16908288

PANIAI, TIIRUU.com — Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (KOMNAS TPNPB) mengumumkan duka nasional atas wafatnya Mayor Hosea Satu Boma, Kepala Staf Operasi Kodap XIII Kegepanipuda Paniai, pada 8 Oktober 2026 di kediamannya di Kebo, Kabupaten Paniai, Papua Tengah.

Pengumuman tersebut disampaikan melalui siaran pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB tertanggal 11 Oktober 2026 yang ditandatangani juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom.

Dalam siaran pers itu, TPNPB menyebut Hosea Satu Boma meninggal dunia karena sakit setelah mengalami gangguan kesehatan sejak akhir 2025.

“Almarhum Mayor Hosea Satu Boma awalnya sakit sejak akhir tahun 2025 mengalami sakit lambung, limpa, dan anemia,” demikian keterangan dalam siaran pers tersebut.

Menurut TPNPB, selama menjalani masa sakit, Hosea mendapat bantuan dari pasukan dan keluarga untuk memperoleh perawatan medis di markasnya. Namun, upaya perawatan tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.

Bergabung sejak 2014

TPNPB menyatakan Hosea Satu Boma bergabung dengan Kodap XIII Kegepanipuda Paniai pada 2014. Ia disebut memulai pengabdiannya di Pos Tabagaiye, Batalyon I Okeyai, sebelum kemudian dipercaya menduduki jabatan Kepala Staf Operasi.

Berdasarkan keterangan dalam siaran pers tersebut, Hosea diangkat menjadi Kepala Staf Operasi Kodap XIII Kegepanipuda Paniai melalui proses pemilihan pada 1 Juli 2017 di Markas TPNPB-OPM Kegepanipuda Paniai, Giteuto.

TPNPB menyebut Hosea tetap menjalankan tugasnya dalam struktur organisasi tersebut hingga akhir hayatnya.

“Masa baktimu akan dikenang oleh seluruh prajurit 36 Kodap KOMNAS TPNPB-OPM di seluruh Tanah Air West Papua,” demikian pernyataan dalam siaran pers itu.

Sampaikan Terima Kasih kepada Keluarga

Atas wafatnya Hosea Satu Boma, pimpinan dan pasukan Kodap XIII Kegepanipuda Paniai, dari Batalyon I hingga Batalyon X, menyampaikan belasungkawa sekaligus ucapan terima kasih kepada orang tua dan keluarga almarhum.

TPNPB menyatakan keluarga telah memberikan dukungan terhadap keputusan Hosea untuk bergabung dengan organisasi tersebut. Dalam pernyataannya, organisasi itu juga kembali menegaskan tujuan perjuangannya untuk memperoleh kemerdekaan Papua.

Siaran pers tersebut ditutup dengan pernyataan atas nama jajaran pimpinan KOMNAS TPNPB-OPM, yakni Jenderal Goliath Tabuni selaku Panglima Tinggi, Letnan Jenderal Melkisedek Awom selaku Wakil Panglima, Mayor Jenderal Terianus Satto selaku Kepala Staf Umum, Mayor Jenderal Lekagak Telenggen selaku Komandan Operasi Umum, serta Brigadir Jenderal Matius Gobai selaku Pangkodap XIII Kegepanipuda Paniai.

Hingga berita ini disusun, informasi mengenai wafatnya Hosea Satu Boma dalam laporan ini bersumber dari siaran pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB. Belum terdapat keterangan independen yang disertakan untuk mengonfirmasi informasi tersebut.