Beranda PAPUA PEGUNUNGAN Ketua KPA Papua Pegunungan Mulai Konsolidasi di Delapan Kabupaten,  KPA Jayawijaya Jadi...

Ketua KPA Papua Pegunungan Mulai Konsolidasi di Delapan Kabupaten,  KPA Jayawijaya Jadi Tujuan Pertama

429
0
Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua Pegunungan, Nur Dani Wenda bersama pengurus, sudah mulai turun ke lapangan membangun koordinasi dengan KPA di tingkat kabupaten. ke Kantor KPA Kabupaten Jayawijaya di Pikhe, Wamena, Senin (5/10/2026).

WAMENA,tiiruu.com – Belum resmi dilantik, Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua Pegunungan, Nur Dani Wenda bersama pengurus, sudah mulai turun ke lapangan membangun koordinasi dengan KPA di tingkat kabupaten.

Langkah tersebut ditandai dengan kunjungan kerja bersama jajaran pengurus KPA Provinsi Papua Pegunungan ke Kantor KPA Kabupaten Jayawijaya di Pikhe, Wamena, Senin (5/10/2026).

Jayawijaya menjadi kabupaten pertama yang dikunjungi dalam agenda konsolidasi kepemimpinan baru KPA Papua Pegunungan.

Nur Dani Wenda mengatakan, kunjungan dilakukan lebih awal agar koordinasi tidak menunggu sampai seluruh proses pelantikan selesai. Menurutnya, persoalan HIV/AIDS membutuhkan kerja cepat dan kolaborasi lintas wilayah.

“Ini kunjungan pertama kami. Jayawijaya menjadi kabupaten pertama yang kami kunjungi karena merupakan bagian dari delapan kabupaten di Papua Pegunungan,” kata Nur Dani.

Ia menegaskan, KPA Provinsi tidak dapat bekerja sendiri. Dukungan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dinas terkait, KPA kabupaten serta para aktivis menjadi bagian penting dalam memperkuat penanggulangan HIV/AIDS.

“Kami berharap pemerintah provinsi dan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya lebih banyak membantu KPA Kabupaten Jayawijaya dan juga KPA provinsi,” ujarnya.

Nur Dani juga mengajak seluruh aktivis KPA di delapan kabupaten membangun kerja sama yang lebih kuat.

Menurutnya, persoalan HIV/AIDS bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi menyangkut kemanusiaan dan masa depan masyarakat Papua Pegunungan.

“Kami menjalankan kepercayaan ini dengan hati tulus. Kita bicara untuk kemanusiaan, menyelamatkan sisa dari yang tersisa,” tegasnya.

Usai Jayawijaya, KPA Provinsi Papua Pegunungan akan melanjutkan kunjungan kerja ke Kabupaten Lanny Jaya. Selanjutnya, koordinasi akan dilakukan secara bertahap ke seluruh kabupaten.

Nur Dani mengakui waktu kerja pada 2026 cukup singkat sehingga tidak seluruh agenda kunjungan dapat dilakukan dalam waktu bersamaan.

“Kami pasti akan berhubungan dengan semua kabupaten. Tahun ini waktunya mungkin singkat, sehingga beberapa kabupaten akan kami lanjutkan pada 2027,” katanya.

Ia menegaskan, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun koordinasi kerja antara KPA Provinsi dan KPA kabupaten dalam menghadapi persoalan HIV/AIDS di Papua Pegunungan.

Pertemuan tersebut menjadi ruang awal untuk memperkuat koordinasi dan membangun kolaborasi antara KPA Provinsi Papua Pegunungan dengan KPA Kabupaten Jayawijaya.

Sementara itu, Ketua KPA Kabupaten Jayawijaya, Tonius Wenda, mengatakan pihaknya menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, kerja penanggulangan HIV/AIDS membutuhkan hubungan yang kuat antara KPA provinsi dan kabupaten.

“Kami berterima kasih atas kolaborasi kerja yang sudah kami diskusikan. Tadi kami sudah melakukan rapat dan membahas beberapa hal,” kata Tonius.

Ia mengatakan, KPA Jayawijaya siap menjaga komunikasi dan melanjutkan kerja sama dengan KPA Provinsi Papua Pegunungan.

“Kami tetap akan bekerja sama ke depan karena kami adalah mitra,” ujarnya. (*).