NABIRE, tiiruu.com – Aksi heroik warga Kampung Karadiri, Distrik Nabire Barat, menyelamatkan seluruh penumpang pesawat Smart Aviation yang jatuh di perairan dangkal Pantai Karadiri, Selasa (27/1/2026), mendapat perhatian luas publik.
Seorang warga setempat bernama Niko Raiki memimpin langsung upaya penyelamatan tujuh penumpang pesawat Smart Aviation registrasi PK-SNS, sesaat setelah pesawat tersebut jatuh ke laut sekitar pukul 12.00 WIT, tak lama usai lepas landas dari Bandara Douw Aturure Nabire dengan tujuan Kaimana.
Niko mengisahkan, saat kejadian dirinya sedang berada di rumah yang berjarak hanya beberapa meter dari lokasi insiden. Awalnya ia mengira pesawat akan mengambil air, namun seketika melihat pesawat tersebut tenggelam di depan matanya.
“Saya kira dia mau ambil air, jadi saya mau jalan ke darat. Tapi saya balik lihat ke laut, pesawat sudah tenggelam di depan,” ujar Niko dalam wawancara yang kemudian viral di media sosial.
Melihat kondisi darurat tersebut, Niko bersama empat hingga lima warga sekitar serta beberapa karyawan terdekat segera berlari ke pantai dan berenang menuju pesawat. Mereka menggunakan tali kecil untuk mengikat badan pesawat yang sempat terapung sebelum terseret arus laut yang cukup kuat.
“Kami lari ke laut, dua orang berenang bawa tali, ikat pesawat. Selesai baru tarik ke pinggir, bantu penumpang naik ke badan pesawat, baru tarik ke darat,” katanya.
Berenang Lawan Ombak, Evakuasi Berjalan Lancar
Pesawat jenis Cessna Caravan yang berkapasitas delapan orang tersebut sempat mengapung sebelum arus laut menguasai. Niko mengikatkan tali di pinggangnya dan berenang sejauh sekitar 15 hingga 20 meter melawan ombak dan arus deras.
“Berenang sampai lidah mau putus, lawan arus betul-betul. Tali kecil saja yang dipakai,” ujarnya.
Saat dua unit kendaraan bantuan dari Bandara Douw Aturure tiba di lokasi, pesawat sudah berhasil diikat dan ditahan agar tidak terseret lebih jauh ke laut.
Seluruh penumpang, yang terdiri dari pilot, remaja, dan orang dewasa, berhasil keluar dari pesawat melalui pintu yang telah terbuka. Warga kemudian menuntun para penumpang naik ke badan pesawat sebelum ditarik perlahan ke tepi pantai.
“Penumpang keluar sendiri. Kita tuntun, dorong naik dulu ke badan pesawat, semua aman, baru tarik ke darat,” jelas Niko.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Seluruh penumpang dilaporkan selamat, meski sejumlah barang bawaan penumpang berserakan dan sebagian rusak akibat air laut.
Dugaan Gangguan Mesin
Niko mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan. Namun ia melihat pesawat mengalami kondisi tidak stabil sesaat setelah lepas landas.
“Baru lepas landas dari bandara, tiba-tiba bunyi kaget. Pesawat jatuh tak terkendali,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi badan pesawat masih dilakukan oleh tim gabungan terkait. Pihak berwenang belum mengeluarkan keterangan resmi terkait penyebab jatuhnya pesawat.
Aksi penyelamatan yang dipimpin Niko Raiki menuai pujian luas dari masyarakat dan warganet. Kisah keberaniannya menjadi gambaran solidaritas dan keberanian warga pesisir Nabire Barat dalam menyelamatkan nyawa di tengah kondisi ekstrem.










































