Beranda PEMBANGUNAN PAPUA Dinas P3AKB Kabupaten Deiyai Gelar Pelatihan SIGA Mobile dan Ferval Data 2026

Dinas P3AKB Kabupaten Deiyai Gelar Pelatihan SIGA Mobile dan Ferval Data 2026

364
0

Deiyai tiiruu.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Deiyai menyelenggarakan pelatihan penggunaan aplikasi SIGA Mobile dan kegiatan verifikasi serta validasi (ferval) data tahun 2026 di Kabupaten Deiyai. Kegiatan berlangsung di aula dinas setempat dan diikuti aparatur dinas serta petugas lapangan.

 

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan data program keluarga berencana, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak agar lebih akurat, cepat, dan terintegrasi melalui pemanfaatan teknologi digital. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga praktik langsung penggunaan aplikasi, mulai dari proses pendataan hingga pelaporan.

 

Kepala Dinas P3AKB Deiyai, Robi Bobi, mengatakan pelatihan dilaksanakan untuk memperkuat kualitas pengelolaan data keluarga berencana di wilayah tersebut.

 

“Pelatihan ini penting untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan data keluarga berencana di sembilan puskesmas dan satu rumah sakit di Kabupaten Deiyai,” ujarnya kepada tiiruu.com, Kamis (19/2/2026)

 

Ia menjelaskan, aplikasi SIGA Mobile sebenarnya telah digunakan sebelumnya. Namun, adanya pembaruan pada sistem utama menuntut peningkatan pemahaman para operator dan petugas lapangan. Karena itu, pelatihan kembali dilakukan sebagai persiapan menghadapi masa pelaporan tahunan.

 

Menurutnya, para penanggung jawab di tingkat kampung diharapkan mampu memahami penggunaan aplikasi secara optimal serta mengunggah data lapangan sesuai kondisi riil masyarakat.

 

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Dinas, Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Perlindungan Anak, serta para kepala seksi dan pegawai di lingkungan dinas terkait.

 

Bobi mengatakan melalui pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Deiyai menegaskan komitmennya memperkuat sistem pendataan berbasis teknologi guna mendukung perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

 

“Pemerintah daerah juga berharap peningkatan kapasitas aparatur dapat mendorong pelayanan publik yang lebih efektif, transparan, dan berpihak kepada masyarakat,”katanya.