Nabire, tiiruu.com — Duka mendalam masih menyelimuti keluarga almarhum Rubianus Mirip. Di tengah kesedihan tersebut, pihak keluarga menyampaikan ucapan terima kasih kepada aparat TNI-Polri atas penanganan jenazah almarhum yang dinilai dilakukan secara terbuka dan mempertimbangkan sisi kemanusiaan.
Adik kandung almarhum, Esau Yarinab, mengatakan dirinya bersama perwakilan keluarga telah bertemu langsung dengan aparat di Nabire untuk memperoleh kejelasan terkait kondisi serta proses pemakaman almarhum.
“Kami diterima dengan hati yang terbuka. Pihak TNI-Polri menunjukkan foto-foto almarhum, identitas KTP, kondisi tubuh, hingga lokasi pemakaman secara jelas,” ujar Esau kepada tiiruu.com, Minggu ( 22/3/2026).
Yarinab menjelaskan, pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh komunikasi. Bahkan, pada malam hari, keluarga kembali diundang untuk bertemu dengan pihak TNI-Polri guna mendapatkan penjelasan lanjutan.
Menurut Esau, meskipun keluarga merasakan kehilangan yang sangat mendalam, mereka tetap mengapresiasi langkah aparat yang telah menguburkan jenazah almarhum secara layak.
“Walaupun kami sangat berduka, saya sebagai adik mengucapkan terima kasih kepada TNI-Polri karena sudah memperhatikan jenazah kakak saya dan memakamkannya,” katanya.
Ia juga menyinggung adanya perbedaan posisi antara aparat keamanan dan kelompok yang selama ini berseberangan. Namun demikian, Esau menilai bahwa dalam penanganan jenazah, aparat tetap mengedepankan nilai kemanusiaan.
“Memang ada anggapan saling berlawanan, tetapi dalam hal ini mereka mempertimbangkan sisi kemanusiaan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Esau mengungkapkan bahwa pihak keluarga sempat menyampaikan beberapa permintaan terkait kondisi makam almarhum, di antaranya penimbunan tanah yang dinilai masih kurang tebal serta pemasangan tanda berupa salib.
“Saya minta supaya tanahnya ditimbun lebih tebal dan diberi tanda salib, agar ke depan keluarga tidak kesulitan mengenali lokasi makam,” ucapnya.
Ia mengatakan, permintaan tersebut telah ditindaklanjuti oleh aparat. Keluarga bahkan telah menerima dokumentasi berupa foto kondisi makam yang telah diperbaiki sesuai dengan permintaan mereka.
“Tanahnya sudah ditimbun dengan baik dan salib juga sudah dipasang. Kami sudah menerima foto-fotonya,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Esau menegaskan bahwa dirinya berbicara sebagai bagian dari keluarga yang ingin memastikan almarhum mendapatkan perlakuan yang layak.
“Saya tidak berpikir jauh. Saya hanya sebagai adik yang peduli kepada kakak saya. Karena itu, saya menyampaikan terima kasih,” ujarnya.










































