Nabire, tiiruu.com — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tengah (DPR PT) dari daerah pemilihan 8 Kabupaten Deiyai, Maximus Takimai, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Deiyai, khususnya Bupati dan Dinas PUPR, atas respons cepat menindaklanjuti kerusakan jembatan Sungai Kalijawi yang menghubungkan Kampung Dagokebo dan Kampung Ipokeugi di Distrik Tigi Timur.
Takimai mengatakan, kerusakan jembatan tersebut sebelumnya menjadi perhatian publik setelah beredar video kondisi jembatan yang rusak total dan menghambat aktivitas warga, termasuk anak-anak sekolah. Bahkan salah seorang guru mengancam tidak akan mengajar siswa siswi sampai jalan terbuka kembali.
“Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bupati Kabupaten Deiyai dan Dinas PUPR yang telah merespons cepat aspirasi masyarakat. Setelah video itu beredar, saya juga langsung membangun komunikasi dengan pemerintah daerah, dan mereka segera turun ke lokasi pada Rabu, 15 April 2026,” ujar Takimai.
Takimai menjelaskan bahwa, berdasarkan laporan dari Dinas PUPR di lapangan, kondisi geografis dan derasnya arus Sungai Kali Yawei menjadi tantangan utama dalam pembangunan jembatan permanen. Selain itu, keterbatasan anggaran daerah juga menjadi kendala.
Menurut Takimai, pemerintah kabupaten untuk sementara akan membangun jembatan gantung sebagai solusi darurat agar mobilitas masyarakat tetap berjalan.
“Pemerintah daerah sudah menyampaikan bahwa untuk sementara akan dibangun jembatan gantung agar aktivitas masyarakat, terutama anak-anak sekolah, bisa kembali berjalan normal. Ini langkah yang patut diapresiasi,” katanya.
Meski demikian, Takimai menegaskan bahwa solusi jangka panjang tetap diperlukan, yakni pembangunan jembatan beton yang lebih permanen dan tahan terhadap kondisi alam setempat.
“Jembatan ini cukup panjang dengan arus sungai yang deras, sehingga tidak bisa hanya mengandalkan jembatan gantung. Harus dibangun jembatan beton agar ke depan tidak terjadi kerusakan berulang,” ujarnya.
Takimai juga mendorong agar pembangunan jembatan permanen tersebut diakomodasi dalam perencanaan pembangunan daerah, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.
Takimai berharap Pemerintah Kabupaten Deiyai dapat mengusulkan program tersebut melalui mekanisme musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) tahun 2026, agar dapat dimasukkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Papua Tengah tahun anggaran 2027.
“Saya harap program ini bisa diakomodasi dan disampaikan ke pemerintah provinsi melalui musrenbang 2026, sehingga bisa masuk dalam RKPD 2027,” kata Takimai.
Takimai menambahkan, sebagai anggota DPR Papua Tengah, dirinya juga telah memperjuangkan pembangunan jembatan tersebut melalui pokok-pokok pikiran (pokir) sejak tahun 2025 dan akan terus mendorongnya dalam setiap kesempatan, termasuk hasil reses tahun 2026.
Takimai juga mengungkapkan bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan Kepala Dinas PUPR Provinsi Papua Tengah, yang menyatakan dukungan terhadap rencana pembangunan jembatan tersebut.
“Saya sudah bangun komunikasi dengan Kepala Dinas PUPR Provinsi, dan mereka merespons baik serta siap mendorong agar program ini bisa masuk dalam perencanaan pembangunan daerah,” ujarnya.
Takimai menegaskan, DPR Papua Tengah dan pemerintah daerah merupakan mitra kerja yang memiliki tanggung jawab bersama dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Lebih lanjut, Takimai menjelaskan bahwa jembatan Sungai Kalijawi memiliki peran strategis karena menghubungkan sejumlah kampung di Distrik Tigi Timur, termasuk Dago Gebo dan Ipok Yogi. Infrastruktur tersebut menjadi akses utama bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Di lokasi tersebut, jalan dan jaringan listrik sebenarnya sudah dibangun hingga mendekati jembatan. Namun karena belum ada jembatan permanen, akses masyarakat masih terhambat,” katanya.
Takimai berharap, dengan adanya perhatian bersama dari pemerintah kabupaten dan provinsi, pembangunan jembatan beton dapat segera direalisasikan demi mendukung kelancaran aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan dasar masyarakat.
“Harapan kami, ke depan jembatan ini bisa dibangun secara permanen agar seluruh aktivitas masyarakat berjalan dengan baik dan tidak ada lagi hambatan seperti yang terjadi saat ini,” ujarnya.








































