Beranda ADVERTORIAL FGD Kamtibmas Digelar di Deiyai, Bupati Tekankan Penataan dan Pengamanan Aset Daerah

FGD Kamtibmas Digelar di Deiyai, Bupati Tekankan Penataan dan Pengamanan Aset Daerah

67
0

Deiyai, tiiruu.com – Pemerintah Kabupaten Deiyai menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Aula BKPSDM Kabupaten Deiyai, Rabu (22/4/2026). Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Deiyai, Melkianus Mote, dan dihadiri unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, serta para pemangku kepentingan.

 

Dalam sambutannya, Bupati Melkianus Mote menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menata dan mengamankan aset milik pemerintah, khususnya aset tidak bergerak seperti lahan dan lokasi strategis.

 

“Pemerintah daerah akan membangun kesepakatan bersama dengan pemilik hak ulayat atas tanah, agar setiap rencana pemanfaatan lahan dapat berjalan dengan baik, tertib, dan sesuai dengan hukum yang berlaku,” kata Mote.

 

Ia menjelaskan, aset yang menjadi prioritas penataan saat ini antara lain lahan RSUD Deiyai dan sejumlah lahan milik pemerintah di kawasan perkantoran Tigido. Menurutnya, penataan aset ini penting untuk mencegah konflik serta memastikan kepastian hukum di kemudian hari.

 

Mote juga mengakui bahwa hingga saat ini masih terdapat persoalan terkait kejelasan pengelolaan pertanahan dari masa pemerintahan sebelumnya. Karena itu, pemerintah daerah akan melakukan pendataan ulang secara menyeluruh terhadap seluruh aset tanah.

 

Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan melakukan pembayaran terhadap lahan yang statusnya belum jelas secara administratif dan hukum.

 

“Terhadap lahan yang belum diselesaikan pembayarannya, pemerintah tetap berkomitmen untuk melakukan pembayaran setelah seluruh proses verifikasi dan kepastian hukum terpenuhi,” ujarnya.

 

Selain penataan aset, Pemerintah Kabupaten Deiyai juga menyatakan kesiapan untuk mendukung program nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih. Menurut Mote, pelaksanaan program-program tersebut akan dilakukan setelah seluruh aset daerah dipastikan aman dan memiliki kejelasan hukum.

 

Ia menambahkan, kegiatan FGD ini diharapkan menjadi ruang dialog untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.

 

Pemerintah daerah berharap, melalui forum diskusi ini, dapat dirumuskan langkah-langkah strategis yang konkret dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.