Beranda PENDIDIKAN/KESEHATAN Festival Media ke-1 di Nabire Jadi Ruang Edukasi dan Literasi Media Publik

Festival Media ke-1 di Nabire Jadi Ruang Edukasi dan Literasi Media Publik

148
0

 

Nabire, tiiruu.com — Festival Media ke-1 yang akan digelar di Nabire, Ibu Kota Provinsi Papua Tengah, pada 13–15 Januari 2026, diharapkan menjadi ruang edukasi dan peningkatan literasi media bagi masyarakat Papua.

 

Ketua Panitia Festival Media ke-1, Abeth Abraham You, mengimbau siswa, mahasiswa, pemuda, serta masyarakat umum untuk terlibat aktif dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh wartawan Papua tersebut.

 

“Festival Media ke-1 ini terbuka untuk seluruh elemen masyarakat, khususnya di Kabupaten Nabire dan umumnya di seluruh Tanah Papua,” kata Abeth kepada tiiruu.com, Senin (6/1/2026).

 

Menurut Abeth, festival ini tidak hanya menyasar kalangan jurnalis, tetapi juga melibatkan masyarakat umum sebagai bagian dari upaya membangun pemahaman kritis terhadap media serta memperluas ruang partisipasi publik.

 

Ia juga mengajak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang telah mendaftarkan diri sebelumnya untuk mengambil bagian dalam festival tersebut sebagai sarana promosi produk lokal dan penguatan ekonomi masyarakat.

 

“Festival ini menjadi ruang bertemu antara media, masyarakat, dan pelaku usaha lokal,” ujarnya.

 

Abeth menjelaskan, Festival Media ke-1 akan diisi dengan sejumlah seminar dan diskusi yang membahas isu-isu strategis, seperti kebebasan pers, keamanan digital, jurnalisme damai, liputan investigasi, serta keamanan jurnalistik bagi pelapor kasus korupsi.

 

Selain itu, peserta juga akan mengikuti diskusi terkait perlindungan sumber daya alam, isu lingkungan hidup, deforestasi hutan, eksistensi masyarakat adat, serta penguatan hak Orang Asli Papua (OAP).

 

Tema lainnya meliputi sosialisasi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) terbaru, peliputan di kawasan taman nasional, peran dan fungsi Komite Keselamatan Jurnalis, pengelolaan media sosial, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam kerja-kerja jurnalistik.

 

Melalui Festival Media ke-1 ini, panitia berharap terbangun kolaborasi yang kuat antara media, masyarakat, dan para pemangku kepentingan guna mendorong jurnalisme yang profesional, beretika, serta berkontribusi positif bagi pembangunan Papua Tengah yang inklusif dan berkelanjutan.