Merauke, tiiruu.com — Aksi mingguan yang dilakukan Suara Kaum Awam Katolik Regio Papua di depan Gereja Katolik Katedral Keuskupan Agung Merauke, Minggu (25/1/2026), berujung penangkapan oleh aparat kepolisian. Sejumlah peserta aksi diamankan dan dibawa ke kantor polisi usai menyampaikan tuntutan kepada pimpinan Gereja Katolik setempat.
Aksi tersebut menuntut Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Kanisius Mandagi, MSC, segera mengklarifikasi pernyataannya yang menyebut Proyek Strategis Nasional (PSN) sebagai “proyek kemanusiaan”. Selain itu, massa juga meminta penjelasan terbuka terkait dipensiunkannya Pastor Orang Asli Papua (OAP) Pius Cornelis Manu, Pr.
Koordinator Suara Kaum Awam Katolik Merauke, Stenly Djambuani, mengatakan aksi dilakukan secara damai sebagai bentuk keprihatinan kaum awam terhadap sikap Gereja yang dinilai tidak lagi berpihak pada penderitaan umat, khususnya masyarakat adat yang terdampak PSN di wilayah Tanah Anim Ha.
“Kami datang untuk meminta klarifikasi dan kejujuran moral dari pimpinan Gereja. Pernyataan bahwa PSN adalah proyek kemanusiaan melukai umat yang kehilangan tanah dan ruang hidupnya,” kata Stenly kepada Jubi sebelum aksi berlangsung.
Menurutnya, aksi mingguan tersebut juga merupakan bentuk solidaritas terhadap para imam pribumi yang bersuara kritis terhadap PSN dan dampaknya bagi masyarakat adat Papua. Ia menilai pensiunnya Pastor Pius Cornelis Manu dilakukan tanpa penjelasan yang transparan kepada umat.
“Pastor Pius Manu adalah imam Orang Asli Papua yang berdiri bersama umatnya. Pensiunnya beliau tanpa penjelasan terbuka menimbulkan kecurigaan adanya pembungkaman terhadap suara kenabian di dalam Gereja,” ujarnya.
Usai menyampaikan tuntutan di depan Gereja Katedral, aparat kepolisian membubarkan aksi dan mengamankan sejumlah peserta. Hingga Minggu sore, para peserta aksi masih berada di kantor polisi untuk dimintai keterangan.
Berikut daftar nama peserta aksi yang ditangkap dan diamankan aparat: Kosmas D.S. Dambujani, Maria Amotey, Salerus Kamogou, Enjel Gebze, Marinus Pasim, Siria Yamtop, Matius Jebo, Ambrosius Nit, Hubertus Y. Chambu, Abel Kuruwop, Fransiskus Nikolaus.
Hingga berita ini diturunkan, tiiruu.com belum memperoleh keterangan resmi dari pihak Kepolisian Resor Merauke terkait alasan penangkapan para peserta aksi tersebut. Demikian pula, belum ada pernyataan resmi dari Keuskupan Agung Merauke menanggapi tuntutan klarifikasi yang disampaikan Suara Kaum Awam Katolik Regio Papua.
Aksi ini merupakan bagian dari rangkaian aksi mingguan yang dilakukan kelompok tersebut untuk menyoroti dampak PSN di Merauke, serta mendorong Gereja Katolik agar kembali mengambil sikap kritis dan berpihak pada masyarakat adat Papua. (*)










































