Beranda PEMBANGUNAN PAPUA SPRBM Undang Seluruh Elemen Masyarakat Kamuu Utara dan Kamuu Timur Bahas Miras...

SPRBM Undang Seluruh Elemen Masyarakat Kamuu Utara dan Kamuu Timur Bahas Miras dan Palang Jalan

135
0

Nabire, tiiruu.com – Solidaritas Tokoh Pemuda Kabupaten Dogiyai mengeluarkan undangan terbuka kepada seluruh elemen masyarakat di wilayah Distrik Kamu Utara dan Kamu Timur untuk menghadiri pertemuan bersama membahas persoalan keamanan dan ketertiban sosial, khususnya terkait peredaran minuman keras (miras) dan aksi pemalangan jalan.

 

Hal itu disampaikan oleh Salah satu perintis Solidaritas Peduli Rakyat Budaya Mee (SPRBM) Benediktus Goo kepada tiiruu.com, Senin (2/2/2026).

 

Goo mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan undangan tertanggal 1 Februari 2026.

 

“Undang tersebut ditujukan kepada kepala distrik, para kepala kampung, aparat kampung, Bamuskam, tokoh intelektual, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda, hingga perwakilan marga dari Kamu Utara dan Kamu Timur,”katanya.

 

Goo mengatakan, pertemuan dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 14 Februari 2026, mulai pukul 09.00 WIT hingga selesai, bertempat di Halaman Kantor Distrik Kamu Utara, Idakebo.

 

“Kami gelar pertemuan ini dalam rangka menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian di wilayah Distrik Idakebo,”katanya.

 

Goo mengatakan Fokus utama pembahasan diarahkan pada persoalan miras, pemalangan jalan, serta berbagai masalah sosial lain yang dinilai berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

 

“Pertemuan ini penting untuk menyatukan pandangan dan sikap seluruh unsur masyarakat demi menciptakan situasi yang aman dan damai,” demikian isi undangan tersebut.

 

Goo menegaskan bahwa seluruh marga yang berada di wilayah Kamu Utara dan Kamu Timur wajib hadir dalam pertemuan tersebut.

 

“Masyarakat juga diminta agar undangan ini diumumkan di masing-masing gereja pada ibadah hari Minggu sebelum pelaksanaan kegiatan.Pertemuan bersama ini diharapkan menjadi ruang dialog antara pemerintah distrik, aparat kampung, dan masyarakat adat dalam menolak hal hal negatif yang masuk merusak anak bangsa Dogiyai,”katanya.