Beranda PAPUA PEGUNUNGAN Dukung Pembangunan 6 RS di Papua Pegunungan, Senator Arianto Kogoya Dorong RS...

Dukung Pembangunan 6 RS di Papua Pegunungan, Senator Arianto Kogoya Dorong RS Rujukan Tipe B di Wamena

180
0

WAMENA, tiiruu.com — Arianto Kogoya menyatakan dukungan terhadap rencana Kementerian Kesehatan Republik Indonesia membangun enam rumah sakit tipe C di Papua Pegunungan sebagai bagian dari program pemerataan layanan kesehatan rujukan di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan (DTPK).

 

Program nasional tersebut menargetkan pembangunan 66 rumah sakit tipe madya (setara tipe C) di berbagai wilayah Indonesia. Fasilitas ini diproyeksikan mampu menangani hingga 80 persen penyakit yang umum diderita masyarakat.

 

“Kami sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia dari Dapil Papua Pegunungan menyambut baik rencana pembangunan rumah sakit tipe C lengkap di Papua Pegunungan,” kata Arianto kepada wartawan.

 

Berdasarkan data yang diterimanya, sebanyak 23 rumah sakit akan dibangun di Tanah Papua, dan enam di antaranya berada di Papua Pegunungan. Ia menilai program tersebut sejalan dengan agenda prioritas bidang kesehatan pemerintahan Prabowo Subianto.

 

Adapun rencana pembangunan di Papua Pegunungan mencakup Kabupaten Yahukimo, Pegunungan Bintang, Tolikara, Nduga, Lanny Jaya, Mamberamo Tengah, dan Yalimo. Arianto menekankan pentingnya kelengkapan fasilitas serta pemenuhan tenaga kesehatan dan dokter spesialis.

 

“Rumah sakit yang dibangun harus ditunjang fasilitas memadai dan SDM kesehatan yang lengkap, sehingga masyarakat tidak perlu lagi ke kota besar untuk mendapatkan layanan kesehatan. Cukup datang ke ibu kota kabupaten,” tegasnya.

 

Meski mengapresiasi alokasi enam rumah sakit tipe C, Arianto menilai kebutuhan layanan rujukan tingkat lanjut di wilayah tersebut masih mendesak. Ia mendorong pembangunan rumah sakit rujukan tipe B atau rumah sakit vertikal di Wamena untuk melayani delapan kabupaten di provinsi itu.

 

Menurutnya, hasil pengawasan dan reses menunjukkan masih banyak warga belum tertangani optimal akibat keterbatasan fasilitas dan tenaga medis di RSUD Wamena yang saat ini berstatus tipe C milik Pemerintah Kabupaten Jayawijaya.

 

“Karena statusnya rumah sakit kabupaten, kapasitasnya terbatas untuk menerima seluruh rujukan dari delapan kabupaten di Papua Pegunungan. Pembangunan rumah sakit milik Pemerintah Provinsi di Wamena sangat mendesak dan perlu diwujudkan dalam satu hingga dua tahun ke depan,” ujarnya.