Beranda PEMBANGUNAN PAPUA Tim Pendamping ODHA Dibentuk di Waghete, Layanan HIV di Deiyai Diperkuat

Tim Pendamping ODHA Dibentuk di Waghete, Layanan HIV di Deiyai Diperkuat

418
1

Waghete, tiiruu.com – Komitmen penguatan layanan HIV/AIDS di Kabupaten Deiyai terus diperkuat. Komite Pengendalian AIDS (KPA) Kabupaten Deiyai bersama petugas Layanan Penanganan Penyakit Menular (PDP) resmi menyepakati pembentukan Tim Pendamping Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) di Puskesmas Waghete dan RSUD Waghete, Senin (23/2/2026).

 

Ketua KPA Deiyai, Maksimus Pigai, mengatakan tim pendamping akan menjalankan fungsi strategis dalam mendukung keberlangsungan pengobatan pasien serta memperkuat edukasi HIV/AIDS di masyarakat.

 

“Pendamping ODHA berperan dalam mendukung kepatuhan minum obat, membantu akses layanan kesehatan, mengurangi stigma, serta memberikan dukungan psikologis bagi pasien dan keluarganya,” ujarnya.

 

Menurut Maksimus, tim juga akan membantu perencanaan hidup pasien, menghubungkan dengan layanan sosial terkait, mengadvokasi hak-hak ODHA, serta mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas.

 

Sementara itu, tenaga kesehatan dari Puskesmas dan RSUD Waghete menyambut baik pembentukan tim pendamping tersebut. Namun, mereka juga mengungkapkan adanya kendala layanan berupa keterbatasan reagen 1, reagen 2, dan reagen 3 untuk pemeriksaan HIV. Sejumlah reagen bahkan dilaporkan telah melewati masa kedaluwarsa.

 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai, Fransina Rumbiak Mote, memberikan apresiasi atas inisiatif pembentukan tim pendamping tersebut. Ia menilai langkah ini akan memperkuat sistem layanan kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup ODHA di Deiyai.

 

“Pendamping akan membantu konseling pengobatan, mengingatkan jadwal kontrol, menjembatani komunikasi pasien dengan tenaga medis, serta melakukan pelacakan bagi pasien yang tidak melanjutkan pengobatan,” jelasnya.

 

Fransina menegaskan keberhasilan program kesehatan membutuhkan kerja kolektif seluruh pihak.

 

“Dengan komitmen bersama hari ini, kita sedang membangun sistem kesehatan Deiyai yang lebih kuat, manusiawi, dan bermartabat,” katanya.

 

Pembentukan tim pendamping ODHA ini diharapkan menjadi langkah konkret memperkuat layanan HIV/AIDS di Deiyai, sekaligus mendorong peningkatan kualitas hidup pasien melalui dukungan medis dan sosial yang berkelanjutan.