Beranda POLHUKAM TPNPB Klaim Tembak Mati Delapan Aparat yang Disebut Menyamar sebagai Pendulang Emas...

TPNPB Klaim Tembak Mati Delapan Aparat yang Disebut Menyamar sebagai Pendulang Emas di Yahukimo

42
0

Nabire, tiiruu.com — Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim telah menembak mati delapan anggota TNI/Polri yang disebut menyamar sebagai pendulang emas ilegal di wilayah Korowai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, dalam operasi yang berlangsung sejak 17 hingga 20 Mei 2026.

 

Klaim tersebut disampaikan juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, melalui siaran pers yang diterima pada Rabu (20/5/2026).

 

Dalam siaran pers itu, Komandan Operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Kopitua Heluka, menyatakan operasi tersebut merupakan aksi balasan atas tewasnya dua anggota TPNPB dalam operasi militer Indonesia di Yahukimo pada pekan lalu.

 

“Kami telah melakukan operasi pembersihan mulai 17 Mei 2026 sampai 20 Mei 2026 dan berhasil menembak mati delapan anggota TNI/Polri yang menyamar sebagai pendulang emas ilegal,” kata Kopitua Heluka dalam laporan yang diteruskan Sebby Sambom.

 

Menurut Kopitua Heluka, operasi itu dilakukan bersama pasukan dari Batalyon Yamue di bawah pimpinan Kumis Passe dan Dejang Heluka.

 

Ia menyebut operasi tersebut sebagai “aksi pembalasan” atas kematian anggota TPNPB yang terjadi sebelumnya di Yahukimo.

 

Sementara itu, Dejang Heluka mengaku pihaknya masih bersiaga di lokasi operasi. “Kami tidak akan ke mana-mana, tetapi masih siaga sampai mayat yang kami taruh untuk Prabowo datang ambil,” ujar Dejang Heluka seperti dikutip dalam siaran pers tersebut.

 

Dalam pernyataannya, Kopitua Heluka juga mengancam akan terus melakukan operasi terhadap aparat keamanan Indonesia di Papua. Ia menyebut penembakan terhadap anggota TPNPB akan dibalas oleh kelompoknya.

 

“Kalau TNI/Polri tembak pasukan saya, maka saya akan balas,” katanya.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI maupun Polri terkait klaim TPNPB mengenai penembakan tersebut maupun jumlah korban yang disebutkan.

 

Siaran pers itu turut ditandatangani sejumlah pimpinan TPNPB-OPM, di antaranya Panglima Tinggi TPNPB-OPM Goliath Tabuni, Wakil Panglima Melkisedek Awom, Kepala Staf Umum Terianus Satto, dan Komandan Operasi Umum Lekagak Telenggen.