DEIYAI, Tiiruu.com— Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Deiyai mulai mendorong penguatan tata kelola data perikanan melalui pemanfaatan sistem digital. Langkah itu menjadi salah satu hasil yang dibawa pulang setelah mengikuti Forum Perangkat Daerah berdasarkan bidang urusan yang diampu sekaligus launching aplikasi E-Walidata Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Tengah.
Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Deiyai, Thomas Ukago, S.Kep. Nrs, menggelar rapat internal bersama jajaran dinas pada Senin (28/9/2026) di ruang rapat Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Deiyai.
Dalam rapat tersebut, Thomas menjelaskan bahwa digitalisasi akan membantu pemerintah daerah mengatasi persoalan pendataan kelompok nelayan dan kelompok budidaya yang selama ini masih menghadapi berbagai kendala.
“Selama ini kita susah input data. Sekarang sudah ada aplikasi yang bisa kita gunakan untuk input data, termasuk aplikasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan sampai ke kabupaten,” ujar Thomas.
Menurut dia, keberadaan aplikasi tersebut harus dimanfaatkan untuk membangun basis data perikanan yang lebih tertib dan terukur. Seluruh kelompok, baik kelompok nelayan maupun kelompok budidaya, nantinya dapat menyampaikan kebutuhan dan usulan melalui sistem tersebut.
Penataan Kelompok Harus Berdasarkan Potensi Kampung
Thomas juga menekankan pentingnya penataan kelompok perikanan berdasarkan kondisi dan potensi masing-masing kampung.
Untuk kampung yang tidak memiliki sumber air yang mendukung kegiatan budidaya, pemerintah akan mengarahkan pengembangan kelompok pada kegiatan penangkapan ikan. Sementara kampung yang memiliki sumber air dapat diarahkan untuk pengembangan usaha budidaya.
“Satu kampung yang tidak punya sumber air bisa dijadikan tiga sampai empat kelompok nelayan. Kampung yang memiliki sumber air, di situ kita arahkan untuk budidaya. Jangan dicampur,” katanya.
Menurut Thomas, pola tersebut diperlukan agar program pemerintah tidak hanya membentuk kelompok secara administratif, tetapi benar-benar disesuaikan dengan potensi wilayah dan kebutuhan masyarakat.
Balai Benih Ikan Akan Dikembangkan
Selain pembenahan data, DKP Deiyai juga mulai mempersiapkan pengembangan Balai Benih Ikan yang sudah tersedia di daerah tersebut.
Thomas mengatakan, pengembangan balai benih menjadi penting karena ke depan kebutuhan bibit ikan di wilayah Papua Tengah diharapkan dapat dipenuhi dari Kabupaten Deiyai.
“Sekarang kita kembangkan Balai Benih Ikan yang ada. Tahun depan dari Provinsi Papua Tengah mereka akan membawa uang saja, mereka akan membeli bibit di Kabupaten Deiyai,” ujar Thomas.
Menurutnya, rencana tersebut menjadi peluang bagi Deiyai untuk mengembangkan sektor perikanan, khususnya penyediaan benih ikan, sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
Perkuat Penyuluhan dan Pendataan Nelayan
Dalam pengembangan sektor perikanan, DKP Deiyai juga akan memperkuat koordinasi dengan penyuluh perikanan dari Provinsi Papua Tengah maupun penyuluh perikanan yang berada di Kabupaten Deiyai.
Thomas menegaskan bahwa pekerjaan tersebut harus dimulai dari dasar, terutama dengan membangun data kelompok dan masyarakat penerima program.
“Kita jangan pikir uang dulu. Kita mulai dari nol. Kita kerja sama dengan petani dan nelayan yang kemarin kita bagi pukat dan kita bagi perahu, untuk kita kumpulkan data,” tegasnya.
Menurut dia, data yang akurat menjadi dasar penting dalam menentukan arah program, termasuk bantuan sarana perikanan, pengembangan budidaya, penyuluhan, hingga kebutuhan bibit ikan.
Dengan pemanfaatan E-Walidata, penataan kelompok berdasarkan potensi kampung, penguatan penyuluhan, serta pengembangan Balai Benih Ikan, DKP Kabupaten Deiyai menargetkan pengelolaan sektor perikanan semakin terarah dan berbasis data.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun sektor kelautan dan perikanan yang tidak hanya berorientasi pada bantuan, tetapi juga mendorong masyarakat nelayan dan pembudidaya menjadi pelaku utama dalam pengembangan ekonomi perikanan di Kabupaten Deiyai.











































