Beranda ADVERTORIAL 2 PIC Diklat Deiyai Apresiasi Perkembangan 25 Peserta Auditor OAP Ahli Pertama

2 PIC Diklat Deiyai Apresiasi Perkembangan 25 Peserta Auditor OAP Ahli Pertama

281
0

NABIRE, Tiiruu.com — Pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pembentukan Jabatan Fungsional Auditor Ahli Pertama bagi 25 peserta OAP dari Kabupaten Deiyai mendapat apresiasi dari dua PIC (wali kelas), M. Syaiful, S.Kom., dan Veronika Edowai, S.Si.

Apresiasi tersebut disampaikan saat ditemui media di Hotel Carmel Nabire, Papua Tengah, Kamis (1/10/2026), setelah seluruh rangkaian diklat yang diikuti 25 putra-putri Orang Asli Papua (OAP) Kabupaten Deiyai selesai dilaksanakan.

M. Syaiful, S.Kom., selaku PIC (wali kelas) Diklat Kabupaten Deiyai, mengatakan secara umum pelaksanaan diklat berjalan dengan baik. Ia melihat adanya perkembangan positif dari para peserta sejak awal hingga akhir kegiatan, baik dari sisi pemahaman materi maupun sikap dan keaktifan.

“Dari awal hingga akhir kegiatan, saya melihat adanya perkembangan yang positif, baik dari pemahaman terhadap materi maupun dari sikap dan keaktifan peserta,” ujar Syaiful.

Menurutnya, pada awal kegiatan beberapa peserta masih membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dan belum terlalu aktif. Namun, seiring berjalannya kegiatan, peserta mulai menunjukkan kepercayaan diri untuk bertanya, berdiskusi, menyampaikan pendapat, serta menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan.

Ia juga menilai semangat, kedisiplinan, kekompakan dan kebersamaan peserta semakin berkembang selama mengikuti diklat.
“Walaupun rangkaian diklat cukup padat dan melelahkan, peserta tetap berusaha mengikuti seluruh kegiatan sampai selesai,” katanya.

Tantangan Peserta

Syaiful menjelaskan, tantangan yang banyak dihadapi peserta adalah menyesuaikan diri dengan padatnya rangkaian kegiatan, banyaknya materi yang harus dipahami, serta tugas-tugas yang harus diselesaikan dalam waktu terbatas.

Selain itu, materi audit yang cukup teknis juga membutuhkan pemahaman dan ketelitian. Pada awal kegiatan, sebagian peserta masih kurang percaya diri untuk bertanya, berdiskusi maupun menyampaikan pendapat.

Namun, kondisi tersebut secara bertahap dapat diatasi. Peserta semakin mampu beradaptasi dan menunjukkan semangat untuk belajar.

“Selama pelaksanaan diklat secara umum berjalan dengan baik dan lancar. Komunikasi juga dilakukan secara intensif, baik sebelum maupun selama kegiatan, terutama terkait persiapan peserta, jadwal, kebutuhan administrasi, penyampaian informasi, serta penyelesaian kendala teknis,” jelasnya.

Bagi Syaiful, keterlibatannya sebagai PIC juga menjadi pengalaman berharga dalam membangun komunikasi yang efektif, merespons kebutuhan kegiatan dengan cepat, serta menjaga kerja sama dengan seluruh pihak yang terlibat.

25 Peserta Dinilai Memiliki Bekal Dasar

Syaiful menilai kesiapan 25 peserta untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama diklat cukup baik.

Menurutnya, peserta telah menunjukkan perkembangan dalam pemahaman materi, kedisiplinan, kerja sama, kemampuan berdiskusi, hingga menyelesaikan tugas yang diberikan.

“Saya melihat peserta sudah memiliki bekal dasar yang cukup untuk mulai menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di unit kerja masing-masing,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan penerapan ilmu di lapangan tetap membutuhkan proses, pengalaman, pendampingan, serta dukungan dari pimpinan dan lingkungan kerja.

Perubahan yang paling terlihat, lanjutnya, adalah meningkatnya pemahaman dan kepercayaan diri peserta.

Dari yang awalnya masih membutuhkan banyak penjelasan mengenai konsep dan proses audit, pada tahap akhir peserta dinilai lebih mampu memahami risiko, melaksanakan prosedur audit, menganalisis bukti, serta menyusun temuan dan rekomendasi.

Peserta juga semakin aktif berdiskusi dan menunjukkan kesiapan untuk menerapkan ilmu yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas pengawasan.

Diharapkan Menjadi Auditor Profesional dan Berintegritas

Sebagai PIC, Syaiful berharap setelah resmi menjalankan tugas sebagai auditor, ke-25 peserta mampu menerapkan ilmu, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama diklat dalam pelaksanaan tugas pengawasan di lingkungan Inspektorat Kabupaten Deiyai.

Peserta diharapkan mampu menjalankan penugasan secara profesional, objektif, independen dan berintegritas, termasuk mengidentifikasi risiko, mengumpulkan serta menganalisis bukti yang memadai, menyusun temuan dan rekomendasi yang tepat, serta memberikan nilai tambah bagi organisasi.

“Selain itu, saya berharap para peserta terus meningkatkan kompetensi melalui pembelajaran dan pengalaman di lapangan, saling mendukung sebagai tim, dan mampu menjadi auditor yang tidak hanya menemukan permasalahan, tetapi juga mendorong perbaikan serta memberikan solusi yang konstruktif bagi Pemerintah Kabupaten Deiyai,” harapnya.

Veronika: Diklat OAP Merupakan Terobosan Penting

Sementara itu, PIC (wali kelas) lainnya, Veronika Edowai, S.Si., menyampaikan apresiasi kepada Bupati Deiyai yang tetap memberikan dukungan terhadap pelaksanaan diklat di tengah kondisi efisiensi anggaran.

“Saya sebagai PIC memberikan apresiasi untuk Bapak Bupati Deiyai. Walaupun kita sedang berada dalam kondisi efisiensi anggaran, hal tersebut tidak menjadi penghalang untuk tetap mendukung diklat ini sehingga dapat tercapai dengan baik,” kata Veronika.

Ia menilai pengembangan sumber daya manusia, khususnya putra-putri OAP, harus mendapatkan perhatian serius.

Menurutnya, langkah yang dilakukan Plt. Inspektur Kabupaten Deiyai, Peter J. Matakena, melalui pelaksanaan Diklat Pembentukan Jabatan Fungsional Auditor Ahli Pertama dengan melibatkan 25 putra-putri OAP asal Deiyai merupakan sebuah terobosan penting dalam penguatan kapasitas aparatur daerah.

“Diklat ini merupakan sebuah terobosan.
Kondisi ini hendaknya menjadi bahan evaluasi bagi para kepala OPD, khususnya dalam memberikan perhatian dan ruang yang lebih besar bagi pengembangan putra-putri OAP,” ujarnya.

Veronika menegaskan bahwa selesainya diklat bukan berarti proses pembentukan auditor profesional telah berakhir. Justru, setelah kembali ke unit kerja, para peserta akan menghadapi proses pembelajaran yang lebih panjang melalui pengalaman dan penugasan di lapangan.

“Diklat boleh selesai, tetapi proses untuk menjadi auditor yang profesional tidak pernah selesai,” tegas Veronika.

Pelaksanaan diklat tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi 25 peserta Auditor OAP untuk memperkuat fungsi pengawasan internal Pemerintah Kabupaten Deiyai sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia OAP dalam bidang pengawasan pemerintahan.