JAYAPURA, Tiiruu.com — Surat Keputusan (SK) Karateker Komunitas Mahasiswa dan Pelajar Asal Kabupaten Puncak Kota Studi Jayapura resmi diterima pada Jumat, 2 Oktober 2026. SK tersebut dikeluarkan oleh Dewan Kehormatan, Elpiau Wandikbo, S.E., dan disaksikan Ketua KONI Kabupaten Puncak, Meno Kem Magai.
Dalam SK tersebut, Nopen Kulla dipercaya sebagai Ketua Karateker, Jaminus Murib sebagai Sekretaris, dan Hermina Tabuni sebagai Bendahara.
Usai menerima mandat tersebut, ketiga pengurus karateker menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan serta menyatakan kesiapan menjalankan tugas organisasi hingga terlaksananya musyawarah untuk melahirkan kepengurusan definitif.
Ketua KONI Kabupaten Puncak, Meno Kem Magai, dalam pesannya mengatakan bahwa keberadaan organisasi mahasiswa dan pelajar asal Kabupaten Puncak di Kota Studi Jayapura memiliki peran penting sebagai wadah kaderisasi dari generasi ke generasi.
Menurutnya, organisasi tersebut sejak awal dibentuk oleh para senior sebagai wadah untuk menghimpun dan membina mahasiswa serta pelajar asal Kabupaten Puncak yang sedang menempuh pendidikan di Jayapura.
“Organisasi ini sangat penting bagi mahasiswa karena para senior telah mendirikannya sebagai wadah dari generasi ke generasi,” ujar Kem Magai.
Ia menjelaskan, tugas utama karateker bukan untuk menjalankan kepemimpinan secara permanen, melainkan mengawal proses organisasi hingga terlaksananya musyawarah yang menghasilkan ketua definitif.
“Tujuan terpilihnya ketua karateker adalah bagaimana mengawal tim formatur menuju kegiatan musyawarah KNPP, sehingga dapat melahirkan ketua KNPP yang baru atau ketua definitif secara organisasi,” jelasnya.
Kem Magai menegaskan, masa kerja karateker harus dimanfaatkan secara efektif untuk mempersiapkan seluruh tahapan menuju musyawarah. Ia menyebutkan, SK karateker diberikan selama tiga bulan sebagai ruang bagi pengurus untuk menyelesaikan tugas organisasi tersebut.
Karena itu, ia meminta Ketua Karateker bersama Sekretaris dan Bendahara segera membangun komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Puncak guna mendapatkan dukungan terhadap pelaksanaan musyawarah.
“Ketua karateker, sekretaris dan bendahara harus membangun komunikasi dengan pemerintah agar pemerintah dapat membantu kegiatan musyawarah. Dari situlah kalian melahirkan ketua definitif,” katanya.
Ia juga berpesan kepada pengurus karateker yang telah menerima mandat agar memiliki tujuan yang jelas dan bertanggung jawab penuh terhadap tugas yang diberikan sampai proses musyawarah selesai.
“Ketika diberikan tugas, harus bertanggung jawab sampai kegiatan musyawarah diselesaikan. Ketua, sekretaris dan bendahara harus bekerja bersama,” tegasnya.
Kem Magai meminta pengurus karateker tidak menyia-nyiakan waktu selama masa kerja yang telah ditetapkan. Menurutnya, kedisiplinan, kerja keras, komunikasi, dan koordinasi menjadi hal penting agar musyawarah dapat segera terlaksana.
“Jangan membuang-buang waktu. Harus disiplin, bekerja keras, lalu melaksanakan kegiatan musyawarah,” pesannya.
Ia juga mengingatkan pengurus agar tetap membangun komunikasi dengan pemerintah daerah karena organisasi mahasiswa dan pelajar merupakan salah satu mitra pemerintah dalam lingkungan pendidikan dan kepemudaan.
“Jangan jauh dengan pemerintah, karena pemerintah itu orang tua kita,” pungkasnya.
Dengan diterimanya SK tersebut, Ketua Karateker Nopen Kulla bersama Jaminus Murib dan Hermina Tabuni diharapkan segera menjalankan agenda organisasi, membangun komunikasi dengan seluruh anggota dan pihak terkait, serta mempersiapkan musyawarah sebagai tahapan menuju terbentuknya kepengurusan KNPP Kota Studi Jayapura yang definitif.











































