Beranda PEMBANGUNAN PAPUA APINDO Dogiyai Gandeng Akademisi FEB Uncen Perkuat Pendampingan UMKM Berbasis Potensi Lokal

APINDO Dogiyai Gandeng Akademisi FEB Uncen Perkuat Pendampingan UMKM Berbasis Potensi Lokal

107
0

NABIRE, tiiruu.com – Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Dogiyai memperkuat sinergi dengan akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Cenderawasih (FEB Uncen) serta sejumlah praktisi untuk mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis potensi lokal di Kabupaten Dogiyai.

Pertemuan yang berlangsung pada 24–25 Juni 2026 di Jayapura itu menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi antara dunia usaha dan perguruan tinggi dalam meningkatkan kapasitas pelaku UMKM melalui program pelatihan, pembinaan, dan pendampingan secara berkelanjutan.

Ketua APINDO Kabupaten Dogiyai, Melkianus Tebai, S.Ak., mengatakan pihaknya memandang penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci dalam membangun ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.

“Kolaborasi dengan akademisi dan praktisi merupakan langkah strategis agar pelaku UMKM di Dogiyai tidak hanya memiliki semangat berusaha, tetapi juga memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan pendampingan yang memadai sehingga mampu mengembangkan usahanya secara mandiri,” kata Melkianus kepada tiiruu.com, Jumat (27/6/2026).

Menurut Melkianus, kerja sama tersebut akan difokuskan pada penguatan literasi kewirausahaan, tata kelola usaha, pengembangan produk, penyusunan laporan keuangan, hingga perluasan akses pasar dan jejaring kemitraan.

Ia menjelaskan APINDO Dogiyai selama ini telah melakukan pendataan dan pemetaan pelaku usaha di berbagai sektor ekonomi, seperti pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, perdagangan, dan jasa. Data tersebut akan menjadi dasar dalam menyusun program pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Pendataan yang kami lakukan menjadi pijakan dalam menentukan bentuk pelatihan, pembinaan, maupun peluang investasi dan kemitraan yang dapat dikembangkan. Dengan demikian, program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan pelaku usaha di lapangan,” ujarnya.

Melkianus menilai kebangkitan ekonomi Kabupaten Dogiyai tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, pelaku usaha, lembaga keuangan, BUMN, BUMD, organisasi masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“UMKM bukan sekadar pelaku ekonomi, tetapi fondasi kemandirian daerah. Ketika akses pasar terbuka, kapasitas pelaku usaha meningkat, dan kolaborasi terus diperkuat, maka kesejahteraan masyarakat Dogiyai akan tumbuh secara berkelanjutan,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, APINDO Dogiyai juga berdiskusi dengan sejumlah akademisi Jurusan Akuntansi FEB Uncen, di antaranya Kurniawan Patma, S.E., M.Ak., CAP., CRP., CIISA., Klara Wonar, S.E., M.Ak., CAP., serta Dr. Maylen Kathrin Petra Kambuaya, S.E., M.Si., Ak., CA., CAP.

Kurniawan Patma dikenal sebagai dosen tetap Jurusan Akuntansi FEB Uncen sekaligus praktisi yang aktif memberikan pelatihan, pembinaan, dan pendampingan kepada pelaku usaha di Tanah Papua. Selain itu, ia juga dikenal sebagai aktivis literasi, pendiri organisasi sosial LiFE Papua, peneliti, dan penulis yang berfokus pada isu pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan.

Melkianus mengatakan pengalaman akademisi dan praktisi tersebut diharapkan dapat memperkuat program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang sedang dikembangkan APINDO Dogiyai.

“Kami berharap sinergi ini melahirkan ekosistem usaha yang inklusif, produktif, dan berdaya saing. Dengan pendampingan yang berkesinambungan, UMKM di Dogiyai diharapkan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui kolaborasi itu, APINDO Dogiyai menargetkan lahirnya pelaku usaha yang memiliki kemampuan manajerial lebih baik, mampu memanfaatkan potensi lokal sebagai produk unggulan, serta siap bersaing di pasar regional maupun nasional. Pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan sektor swasta juga diharapkan dapat memberikan dukungan agar program pemberdayaan tersebut berjalan secara berkelanjutan.