Beranda ADVERTORIAL Catur Budi Wibowo Tekankan Integritas dan Profesionalisme 25 Auditor Ahli Pertama Deiyai

Catur Budi Wibowo Tekankan Integritas dan Profesionalisme 25 Auditor Ahli Pertama Deiyai

139
0

NABIRE, Tiiruu.com — Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Papua Tengah, Catur Budi Wibowo, mengapresiasi 25 peserta yang telah menyelesaikan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pembentukan Jabatan Fungsional Auditor Ahli Pertama di lingkungan Inspektorat Kabupaten Deiyai.

Hal itu disampaikan Catur Budi Wibowo dalam sambutannya saat penutupan diklat yang berlangsung di Hotel Carmel Nabire, Kamis (1/10/2026).

Menurut Catur, keikutsertaan para peserta dalam diklat tersebut merupakan langkah penting dalam membangun dasar dan fondasi penguatan fungsi pengawasan, khususnya dalam mendukung tata kelola pemerintahan dan pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Deiyai.

“Saya sangat mengapresiasi adik-adik yang sudah mengikuti auditor ahli pertama ini. Ini merupakan satu langkah yang sangat baik untuk membuat dasar atau pondasi dalam proses mengawal dan mengelola, khususnya tata kelola di Kabupaten Deiyai,” ujar Catur.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap semangat, rasa empati, serta kebersamaan yang ditunjukkan para peserta selama mengikuti seluruh rangkaian pendidikan dan pelatihan.

Catur mengatakan, pengalaman menutup berbagai kegiatan diklat di Ciawi, Bogor, membuatnya memiliki perbandingan tersendiri terhadap pelaksanaan diklat yang diikuti peserta dari Kabupaten Deiyai.

“Beberapa kali saya menutup diklat di Ciawi, Bogor, tetapi baru kali ini saya merasakan sesuatu yang luar biasa. Adik-adik bisa berjuang sampai di titik ini dan menyelesaikan diklat ini,” katanya.

Ia berharap berbagai materi dan pengalaman yang diperoleh selama diklat tidak berhenti sebagai pengetahuan semata, tetapi dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas untuk membangun Kabupaten Deiyai dan Tanah Papua.

Penguatan SDM Auditor Jadi Komitmen Pemerintah Daerah

Catur juga mengapresiasi komitmen Bupati Deiyai dan Inspektur Kabupaten Deiyai yang telah memberikan kesempatan kepada para peserta untuk mengikuti diklat pembentukan auditor ahli pertama.

Menurutnya, penguatan sumber daya manusia auditor merupakan bagian penting dari upaya pemerintah daerah membangun tata kelola pemerintahan yang baik.

“Luar biasa Bapak Bupati dan Inspektur sudah melihat komitmennya. Pemerintah daerah menugaskan adik-adik untuk mengikuti diklat terkait penguatan fungsional auditor ini,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa perjalanan para auditor masih panjang. Diklat yang telah diselesaikan merupakan dasar yang harus terus dikembangkan ketika para peserta kembali melaksanakan tugas di lingkungan Inspektorat Kabupaten Deiyai.

“Ini bagian dari penguatan yang akan dipimpin langsung oleh Inspektur tentang tata kelola keuangan yang baik. Memang jalan masih panjang, tetapi ini adalah dasar-dasar yang adik-adik bisa kembangkan nanti dalam tugas di Inspektorat,” jelasnya.

Auditor Dituntut Terus Mengembangkan Diri

Catur berpesan agar para auditor tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan diklat. Menurutnya, bidang audit terus mengalami perubahan mengikuti perkembangan lingkungan pemerintahan, teknologi informasi, dan teknologi komunikasi.

“Adik-adik jangan lupa untuk mengembangkan diri terus-menerus, karena audit ini selalu mengikuti perubahan yang ada. Perkembangan teknologi informasi dan teknologi komunikasi luar biasa. Kalau adik-adik tidak mengembangkan diri, bisa tertinggal,” katanya.

Ia juga mendorong para auditor agar mampu memberikan pendampingan dan bimbingan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam rangka memperbaiki tata kelola pemerintahan.

Auditor, kata dia, tidak hanya menjalankan fungsi pemeriksaan, tetapi juga dapat memberikan bimbingan dalam membangun tata kelola pemerintahan yang baik sesuai ketentuan yang berlaku.

Karena itu, para auditor diminta terus membaca dan memahami peraturan perundang-undangan, baik yang baru maupun yang masih relevan, serta meningkatkan kemampuan di bidang teknologi, komputer, aplikasi, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

“Tidak apa-apa kita menggunakan AI, tetapi jangan sampai membuat kita malas. AI dapat membantu tugas-tugas kita dengan lebih gampang dan lebih baik. Kita gunakan untuk belajar dan analisis,” tegasnya.

Tekankan Integritas dan Independensi Auditor

Dalam kesempatan tersebut, Catur memberikan penekanan khusus terhadap pentingnya integritas, independensi, objektivitas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai auditor.

Ia meminta para auditor Kabupaten Deiyai bekerja sesuai standar audit dan kode etik yang berlaku serta tidak terpengaruh oleh kepentingan tertentu.

“Integritas itu satu pekerjaan dan perjuangan kita. Dalam proses pengawasan, adik-adik harus bisa mengikuti standar audit, etika, dan objektivitas,” tegas Catur.

Menurutnya, auditor harus mampu menjalankan tugas secara jujur, objektif, dan tidak berpihak. Konflik kepentingan juga harus dihindari agar independensi auditor tetap terjaga.

“Begitu adik-adik terpengaruh, memihak, atau memiliki kepentingan tertentu, maka adik-adik tidak bisa berlaku sebagai auditor yang independen sepenuhnya. Karena itu harus bersikap independen,” ujarnya.

Catur juga mengingatkan para auditor agar memahami dan menjaga kerahasiaan dokumen yang digunakan dalam pelaksanaan tugas pengawasan serta tidak menyebarluaskan dokumen kepada pihak yang tidak berkepentingan.

Di akhir sambutannya, Catur Budi Wibowo menyampaikan ucapan selamat kepada 25 peserta yang telah menyelesaikan dan dinyatakan lulus dalam Diklat Pembentukan Jabatan Fungsional Auditor Ahli Pertama.

Ia berharap para auditor yang telah mendapatkan pembekalan dapat menjalankan tugas secara profesional dan menjadi bagian penting dalam memperkuat pengawasan serta tata kelola pemerintahan di Kabupaten Deiyai.