Beranda ADVERTORIAL Lawan Buta Aksara: Kelompok Baca-Tulis Dibuka Lagi di Pike, Ini Harapan Pengurus

Lawan Buta Aksara: Kelompok Baca-Tulis Dibuka Lagi di Pike, Ini Harapan Pengurus

842
0
Koordinator Komunitas Baca-Tulis St. Yohanes Pembaptis Yogonima, Frengky Hisage saat memberikan buku bacaan kepada komunitas Baca-tulis St. Yohanes Pembaptis IV Pike, Rabu, (05/02/2025)
Koordinator Komunitas Baca-Tulis St. Yohanes Pembaptis Yogonima, Frengky Hisage saat memberikan buku bacaan kepada komunitas Baca-tulis St. Yohanes Pembaptis IV Pike, Rabu, (05/02/2025)

Wamena, Tiiruu.com– Zaman menuntut kita terus berkembang dan menyesuaikan diri dengan perkembangannya yang semakin hari semakin saja ada perubahan signifikan di berbagai sektor, terutama dalam perkembangan dunia literasi.

Untuk menjemput perubahan, setiap dari kita dituntut untuk terus mengasah daya pikir dan kemampuan berbahasa yang baik dan benar. Kemampuan berbahasa yang baik diukur dari perkembangan literasi. Literasi yang baik akan menentukan kemampuan berbahasa yang baik.

Literasi memang tidak bisa dilepaskan dari bahasa. Seseorang dikatakan memiliki kemampuan literasi apabila ia telah memperoleh kemampuan dasar berbahasa, yaitu membaca dan menulis. Jadi, makna dasar literasi sebagai kemampuan baca tulis merupakan pintu utama bagi pengembangan makna literasi secara lebih luas. Cara yang digunakan untuk memperoleh literasi adalah melalui pendidikan.

Upaya untuk mencari jati diri dan memberantas buta aksara, maka tentu dibutuhkan kelompok-kelompok baca tulis yang didirikan oleh lapisan masyarakat, sebab literasi tidak semerta-merta dapat dari bangku pendidikan (Sekolah). Di Tengah situasi, biaya pendidikan yang semakin mahal dan membuat banyak generasi yang terjung ke dunia pendidikan untuk mendapatkan atau mempelajari literasi sangatlah terbatas dengan biaya pendidikan yang semakin hari semakin bertambah dan mahal.

Untuk menjawab kebutuhan literasi, maka mendirikan komunitas literasi yang inklusif untuk kunci keberhasilan literasi dalam masyarakat. Ini berarti memberikan akses dan peluang belajar kepada semua orang, termasuk individu dengan berbagai latar belakang, kebutuhan, dan bahasa.

Nah, ditengah hadirnya pakar-pakar atau kelompok motivator yang meramaikan di dinding sosmed, tak sedikit orang membicarakan hal ini, pentingnya pendidikan dan literasi. Tetapi, kenyataannya, tidak banyak yang menerapkan dan atau membangun literasi. Semua itu hanya mimpi dan hanyalah sebuah konsep ketika tidak mengimplementasikannya.

Dalam situasi yang tak bersahabat ini, upaya pegembangan literasi terus dikembangkan di Kota Wamena dan sekitaranya, Komunitas Baca-Tulis St. Yohanes Pembaptis Yogonima terus membuka Komunitas Baca-Tulis di beberapa wilayah. Terbaru, telah membuka Komunitas Baca-Tulis di Kampung Pike, Wamena, Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada hari Rabu, (05/02/2025).Kelompok Baca-Tulis ini diberi nama Kelompok Baca-Tulis St. Yohanes Pembaptis IV Pike.

Koordinator Kelompok Baca-Tulis St. Yohanes Pembaptis, Frengky Hisage dan kawan-kawannya terus bergerak membuka komunitas baca-tulis di Wamena dan sekitarnya. Komunitas yang baru berumur satu tahun ini.

Dalam setahun selama tahun 2024, Lapak Baca Santo Yohanes Pembaptis Yogonima berhasil membuat delapan anak yang sebelumnya tidak bisa membaca dan menulis sama sekali, menjadi bisa. Mereka pun menempuh pendidikan di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan. Ini adalah tindakan nyata dan keberhasilan komunitas ini dalam kurung waktu satu tahun.

Sementara, pada tahun ini, tahun 2025, Komunitas telah membuka kelompok baca lagi di beberapa tempat. Setelah membuka kelompak baca-tulis, yang awalnya tunggal, yakni: Kelompok Baca-Tulis St. Yohanes Pembaptis Yogonima diubah menjadi Kelompok Baca-Tulis St. Yohanes Pembaptis I Yogonima . Selanjutnya, Kelompok Baca-Tulis St. Yohanes Pembaptis II dibuka di Kampung Sumunikma, Distrik Itlay Hisage; Kelompok Baca-Tulis St. Yohanes Pembaptis III di Sinakma dan terbaru, Komunitas Baca-Tulis IV Kampung Pike.

Koordinator yang akan menjalankan Komunitas Baca-Tulis IV Kampung Pike dipercayakan kepada Bare Hisage sebagai ketua dan Sebiah Hisage sebagai sekretaris. Kedua pelajar asal Kampung Yogonima ini tengah menempuh pendidikan di salah satu SMP di Wamena. Bare mengatakan dirinya siap menjalankan amanah yang dipercayakan kepadanya.

“Saya dan teman saya akan bagi waktu untuk sekolah dan untuk komunitas. Lapak Baca akan kami jalankan pada sore hari,” jelasnya.

Sementara itu, Frengky Hisage mengungkapkan alasan dibukanya beberapa Komunitas baca-tulis. Menurutnya, hal yang paling mendasar dan utama yang harus dibangun adalah sumber daya manusia dan bukan membangun gedung serta infrastruktur lainnya.

“Kami membuka komunitas Baca-tulis St. Yohanes Pembaptis ini upaya membangun manusia. Membangun manusianya dulu baru bangun yang lainnya, “ jelas Frengky Hisage Kepada Tiiruu.com, lewat sambungan telepon, Sabtu, (08/02/2025.

Frengky juga mengaku banyak pihak yang ikut membantu kami membangun komunitas baca-tulis. Dukungan datang dari Sorong, Lanny Jaya, Nabire, Paniai dan dukungan utama dating dari kampung, oleh orang tua dan sanak-saudara.

Terpisah, Intelektual asal Yogonima, Meki Hisage juga turut ambil andil dalam pengembangan literasi di Wamena dan sekitarnya.

“Kami hanya mengatakan bahwa membangun literasi ini penting. Karena segala hal yang berkaitan dengan kehidupan tidak terlepas dari yang namanya literasi. Tetapi yang paling dibanggakan adalah pemuda-pemudi dan anak sekolah yang mau bergerak dan menjadi pelaku utama dalam kegiatan ini. Ini sangat luar biasa dan saya secara pribadi bangga dengan kerja-kerja mereka,” terangnya.

Meki juga berharap agar semangat dan kekompakan terus dirawat dan di pupuk hingga melahirkan generasi yang melek aksara.

Gerakan literasi yang diinisiasi oleh Frengky Hisage dan kawan-kawannya melalui Komunitas Baca-Tulis St. Yohanes Pembaptis ini sebagai bukti sebuah perubahan. Perubahan tidak harus dilakukan oleh pemerintah atau lembaga lainnya. Ketika ada niat dan kesepakatan oleh masyarakat yang peduli terhadap pentingnya literasi akan menjadi sebuah solusi nyata untuk bersama-sama berantas buta aksara dan membangun generasi yang lebih cerdas.

Ke depan, Kelompok Baca-Tulis St. Yohanes Pembaptis Yogonima ini berharap agar daerah lain juga membuka komunitas baca-tulis akan bersama-sama membangun literasi melalui komunitas.

Catatan Tambahan:

Komunitas Baca-Tulis Santo Yohanes Pembaptis Yogonima, Didirikan oleh Ketua Kosapa Hengky Yeimo dan juga sebagai anggota Gerakan Papua Mengajar (GPM) pada tanggal 8 Januari 2024. Alasan diberikan nama komunitas didasari oleh semangat kenabian Santo Yohanes Pembaptis yang menyiapkan jalan bagi Tuhan, demikian juga Pemuda-pemudi Yogonima menyiapkan jalan bagi generasi penerus. (Uwewo)