Beranda PENDIDIKAN/KESEHATAN Johszua R. Mansoben: Antropolog Papua, Peneliti Kepemimpinan Adat, dan Guru Lintas Generasi...

Johszua R. Mansoben: Antropolog Papua, Peneliti Kepemimpinan Adat, dan Guru Lintas Generasi Tutup Usia

331
0

Nabire, tiiruu.com — Tanah Papua berduka atas berpulangnya salah satu putra terbaiknya, Bapak Johszua R. Mansoben, M.A., Ph.D, dosen dan antropolog Universitas Cenderawasih, pada Rabu, 11 Februari 2026, dalam usia 78 tahun.

 

Almarhum lahir pada 29 September 1947 dan sepanjang hidupnya mendedikasikan diri bagi pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan tinggi, serta pemahaman yang mendalam tentang budaya serta politik tradisional masyarakat Papua.

 

Ia dikenal sebagai pengajar yang inspiratif, peneliti yang produktif, dan pembimbing bagi banyak generasi sarjana serta akademisi muda Papua.

 

Kontribusi Ilmiahnya banyak dan yang terkenal di kalangan orang Papua adalah temuan empat pola kepemimpinan yang akan dijadikan referensi penting lintas generasi Papua.

 

Kontribusi Ilmiah dan Temuan Empat Pola Kepemimpinan

 

Salah satu kontribusi ilmiah penting almarhum adalah kajiannya tentang sistem kepemimpinan dan politik tradisional masyarakat Papua, yang menjadi rujukan penting dalam antropologi dan kajian sosial budaya kawasan ini.

 

Dalam penelitian yang telah dipublikasikan dan dibahas di berbagai literatur akademik serta artikel opini seperti yang pernah dimuat di Jubi, ia membedah bagaimana struktur politik dan otoritas di masyarakat adat Papua tidak homogen, tetapi memiliki variasi sistem tradisional yang unik dan kaya nilai budaya.

 

Menurut pemikiran yang dikembangkan dalam kajian ini, masyarakat adat Papua mengenal empat pola utama sistem politik tradisional, yaitu:

 

Sistem Big Man (Pria Berwibawa):

 

Kepemimpinan yang diperoleh melalui pencapaian pribadi — termasuk kemampuan diplomasi, keberanian, kekuatan fisik, maupun kemampuan mengelola relasi sosial — sehingga seorang individu dihormati sebagai pemimpin berdasarkan prestasi dan integritasnya.

 

Sistem Politik Kerajaan:

 

Struktur yang menempatkan pemimpin berdasarkan pewarisan kedudukan keluarga atau klan, dengan hierarki yang lebih kompleks dan tradisi birokrasi adat tertentu. Tipe ini sering muncul di masyarakat pesisir yang memiliki interaksi budaya luas, misalnya di wilayah seperti Raja Ampat atau Kaimana.

 

Sistem Politik Ondoafi:

 

Kepemimpinan adat yang lebih terbatas secara teritorial — fokus kepada satu kampung atau komunitas kecil — dan didasarkan pada pewarisan serta legitimasi spiritual. Pemimpin ondoafi memiliki peran penting dalam menjaga adat, menyelesaikan sengketa, hingga menjaga hubungan antara manusia, leluhur, dan alam.

 

Sistem Kepemimpinan Campuran:

 

Tipe di mana posisi kepemimpinan diperoleh melalui kombinasi pewarisan dan prestasi individual — artinya seseorang bisa menjadi pemimpin karena kemampuan pribadi sekaligus faktor keturunan. Sistem campuran ini sering ditemukan di komunitas pesisir sekitarnya Teluk Cenderawasih.

 

Temuan ini tidak hanya memperkaya pemahaman akademik tentang politik tradisional Papua tetapi juga membantu dalam memahami dinamika hubungan sosial dan struktur kekuasaan lokal di era modern, baik dalam konteks pembangunan maupun otonomi daerah.

 

Kiprah Akademik dan Warisan Ilmu

 

Sepanjang kariernya di Universitas Cenderawasih, almarhum tidak hanya aktif dalam berbagai penelitian, tetapi juga dalam pengajaran dan pembinaan mahasiswa.

 

Ia mendorong pendekatan ilmiah yang menghargai nilai budaya lokal serta martabat masyarakat Papua.

 

Banyak lulusan binaannya yang kemudian menjadi peneliti, dosen, tokoh adat, maupun pembuat kebijakan dengan landasan kuat yang terinspirasi dari bimbingannya.

 

Rekan sejawat dan para murid Sekertaris Jurusan Antropologi Universitas Cenderawasih Abner Koibur mengenang almarhum sebagai sosok sederhana, berwawasan luas, tegas dalam prinsip ilmiah, serta selalu memberi keteladanan dalam integritas akademik.

 

 

“Selamat jalan, Guru. Ilmu dan keteladananmu akan tetap hidup dalam setiap generasi yang pernah kau bimbing.” ungkapan Abner Koibur sembari memberi penghormatan dari civitas akademika dan para murid, menggambarkan betapa besar dampak yang ditinggalkan almarhum.

 

“Keluarga besar Universitas Cenderawasih, masyarakat Papua, serta komunitas akademik menyampaikan terima kasih mendalam atas pengabdian almarhum bagi ilmu pengetahuan dan pendidikan. Doa dipanjatkan agar beliau beristirahat dalam damai kasih Tuhan,”kata Koibur.