Beranda ADVERTORIAL 11 Ribu Anak Dilayani, MBG Lanny Jaya Buka Ruang Ekonomi bagi Warga...

11 Ribu Anak Dilayani, MBG Lanny Jaya Buka Ruang Ekonomi bagi Warga Lokal Dan Ibu – Ibu Janda

23
0

 

WAMENA,tiiruu.com –  Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lanny Jaya dinilai memiliki dampak ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat lokal.

Selain menyediakan makanan bergizi bagi sekitar 11.000 anak, program tersebut juga melibatkan tenaga kerja dan pelaku usaha asli daerah.

Pengelola MBG Kabupaten Lanny Jaya sekaligus Ketua Yayasan Garuda Bagimu Negeri, Rida Kogoya, mengatakan perputaran anggaran untuk kebutuhan enam dapur MBG di Lanny Jaya diperkirakan mencapai sekitar Rp10 miliar hingga Rp15 miliar setiap bulan.

Hal itu disampaikan Rida usai memenuhi panggilan DPR Provinsi Papua Pegunungan bersama Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Papua Pegunungan dan sejumlah yayasan pengelola MBG di Kantor DPR Papua Pegunungan, Wamena, Selasa (22/09/2026).

Menurut Rida, besarnya perputaran dana tersebut diupayakan agar tidak seluruhnya mengalir keluar daerah. Pihaknya mendorong agar kebutuhan MBG dibelanjakan dari petani, pedagang pasar, UMKM dan tenaga kerja lokal.

“Kami tidak mau uang yang setiap bulan sekitar Rp10 sampai Rp15 miliar ini keluar ke provinsi dan kabupaten lain. Kami mau tetap berada di Provinsi Papua Pegunungan,” katanya.

Untuk mendukung hal tersebut, pihak pengelola sebelumnya melakukan sosialisasi kepada masyarakat selama sekitar dua bulan.

Sosialisasi itu diarahkan agar mama-mama dan petani lokal meningkatkan produksi sayur, buah-buahan serta bumbu yang dibutuhkan untuk memenuhi menu MBG.

Dengan demikian, menurut Rida, program MBG diharapkan menciptakan perputaran ekonomi mulai dari tingkat petani, pasar hingga dapur SPPG.

“Kami mengajak mama-mama supaya bisa bertanam, seperti sayur, buah dan bumbu, sehingga perputaran ekonomi juga terjadi di distrik,” ujarnya.

Selain petani, program MBG juga membuka kesempatan kerja bagi masyarakat setempat. Rida menyebut tenaga yang terlibat dalam operasional dapur berasal dari masyarakat asli Lanny Jaya, termasuk perempuan, janda dan pemuda yang belum memiliki pekerjaan.

Mereka dilibatkan dalam berbagai pekerjaan, mulai dari persiapan bahan makanan, membersihkan dan memotong sayuran, menyiapkan bumbu, memasak nasi, mencuci ompreng, menjaga kebersihan hingga keamanan dapur.

Menurut Rida, sebagian tenaga perempuan yang dilibatkan merupakan mama-mama dan janda yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan tetap.

“Kami juga melibatkan mama-mama janda dan mereka yang tidak punya pekerjaan, supaya mereka punya penghasilan,” katanya.

Ia menyebut dalam satu dapur terdapat puluhan tenaga lokal yang bekerja. Selain tenaga dapur, pengemudi kendaraan untuk distribusi bahan pangan juga diupayakan berasal dari anak-anak asli Lanny Jaya.

Rida menambahkan, keterlibatan masyarakat lokal bukan hanya sebagai pekerja, tetapi juga sebagai pemasok bahan pangan.

Dengan pola tersebut, manfaat ekonomi MBG diharapkan tidak berhenti di dapur, melainkan mengalir hingga ke petani, pedagang pasar, UMKM dan keluarga pekerja.

Di sisi lain, pelaksanaan MBG di enam dapur Lanny Jaya saat ini disebut terus berjalan dan melayani sekitar 11.000 anak.

“Anak-anak juga menerima dengan baik. Bahkan ketika MBG tidak ada, mereka datang dan bertanya kepada guru karena hari itu tidak mendapatkan makanan,” ujar Rida.

Ia berharap keberadaan MBG dapat terus diperkuat sehingga selain meningkatkan asupan gizi anak-anak sekolah, program tersebut juga mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat lokal di Lanny Jaya.(*).