Beranda POLHUKAM TPNPB Klaim 10 Warga Sipil Ditembak di Yahukimo, Enam Dilaporkan Luka Tembak

TPNPB Klaim 10 Warga Sipil Ditembak di Yahukimo, Enam Dilaporkan Luka Tembak

37
0
Ilustrasi
Ilustrasi

YAHUKIMO, Tiiruu.com — Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (KOMNAS TPNPB) mengklaim terjadi penembakan terhadap 10 warga sipil di Kampung Samboga, Distrik Seredala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 24.00 WIT.

Klaim tersebut disampaikan Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, melalui siaran pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB, Senin (21/9/2026).

Menurut Sebby, informasi tersebut diterima dari PIS TPNPB di Yahukimo. Ia menyebut para korban merupakan warga yang bekerja sebagai pendulang emas dan sedang dalam perjalanan dari lokasi pendulangan menuju Kampung Samboga.

Sebby mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima pihaknya, para warga tersebut diduga telah dipantau menggunakan drone sebelum memasuki Kampung Samboga. Mereka kemudian disebut ditembak ketika berada di jalan umum.

“Seluruh korban saat memasuki kampung tersebut langsung ditembak oleh aparat militer Indonesia tanpa adanya tembakan peringatan,” kata Sebby dalam siaran persnya.

TPNPB menyebut enam warga mengalami luka tembak serius. Mereka masing-masing Yonas Aje (22), Pilatus Porpom (25), Daniel Timuka (19), Kani Borpom (20), Yanus Patika (28), dan Elli Timuka (28).

Namun, hingga Senin (21/9), TPNPB menyatakan belum dapat memastikan kondisi empat korban lainnya maupun memperoleh dokumentasi foto dan video dari lokasi kejadian.

Sebby juga mengklaim keenam korban belum dievakuasi dari lokasi kejadian karena kawasan tersebut masih dikuasai aparat keamanan. Ia meminta pemerintah membuka akses bagi gereja dan lembaga kemanusiaan untuk melakukan evakuasi serta memberikan pertolongan medis kepada para korban.

“Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB meminta kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Agus Subiyanto agar segera membuka akses bagi tim kemanusiaan untuk mengevakuasi seluruh korban ke rumah sakit,” ujarnya.

TPNPB juga menduga terdapat upaya menyembunyikan jasad korban untuk menghilangkan barang bukti. Namun, tudingan tersebut belum disertai bukti yang dapat diverifikasi secara independen.

Sebby menegaskan pihaknya menilai penembakan tersebut terjadi tanpa adanya kontak senjata antara aparat keamanan dan pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo.

Sementara itu, informasi yang dapat diverifikasi dari sumber kepolisian menunjukkan Kampung Samboga, Distrik Seredala, memang pernah menjadi lokasi kontak tembak antara Satgas Operasi Damai Cartenz dan kelompok bersenjata pada April 2026. Saat itu, aparat menyatakan kontak tembak terjadi ketika tim gabungan melakukan patroli di Jalan Trans Papua.

Untuk laporan penembakan pada 18 September 2026 yang disebutkan dalam siaran pers TPNPB, belum ditemukan keterangan resmi dari aparat keamanan yang secara khusus menjelaskan kejadian tersebut dalam sumber yang tersedia.

Karena itu, jumlah korban, identitas seluruh korban, kronologi penembakan, serta kondisi para korban masih memerlukan verifikasi lapangan dan keterangan dari pihak-pihak terkait.

Siaran pers tersebut ditandatangani Sebby Sambom selaku juru bicara TPNPB-OPM, dengan mencantumkan Jenderal Goliath Tabuni sebagai Panglima Tinggi TPNPB-OPM, Letnan Jenderal Melkisedek Awom sebagai Wakil Panglima, Mayor Jenderal Terianus Satto sebagai Kepala Staf Umum, dan Mayor Jenderal Lekagak Telenggen sebagai Komandan Operasi Umum TPNPB-OPM.