Beranda ADVERTORIAL Dinas Pertanian Lanjutkan Penyaluran 300 Ekor Babi, Pemkab Deiyai Dorong Pengembangan Peternakan

Dinas Pertanian Lanjutkan Penyaluran 300 Ekor Babi, Pemkab Deiyai Dorong Pengembangan Peternakan

30
0
Pemerintah Kabupaten Deiyai melalui Dinas Pertanian kembali melanjutkan penyaluran bantuan ternak babi kepada masyarakat. Dalam penyaluran lanjutan kali ini, sebanyak 300 ekor babi - Doc. tiiruu.com
Pemerintah Kabupaten Deiyai melalui Dinas Pertanian kembali melanjutkan penyaluran bantuan ternak babi kepada masyarakat. Dalam penyaluran lanjutan kali ini, sebanyak 300 ekor babi - Doc. tiiruu.com

DEIYAI, Tiiruu.com— Pemerintah Kabupaten Deiyai melalui Dinas Pertanian kembali melanjutkan penyaluran bantuan ternak babi kepada masyarakat. Dalam penyaluran lanjutan kali ini, sebanyak 300 ekor babi diserahkan kepada kelompok masyarakat di Distrik Tigi dan Distrik Kapiraya.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program Pemerintah Kabupaten Deiyai di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati dalam mendorong pengembangan sektor peternakan sekaligus memperkuat sumber pendapatan masyarakat.

Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Deiyai, Aleks Pigai, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa penyaluran bantuan telah dilakukan secara bertahap kepada kelompok-kelompok masyarakat yang telah dibentuk dan didata oleh Dinas Pertanian.

Menurutnya, masyarakat di Distrik Tigi Barat, Distrik Tigi Timur, Distrik Tigi dan Distrik Kapiraya telah menerima bantuan, dengan keterwakilan masyarakat dari seluruh kampung. Sementara itu, Distrik Bouwobado dijadwalkan menerima bantuan pada minggu berikutnya.

“Sementara yang belum adalah Distrik Bouwobado. Direncanakan minggu depan akan dilakukan penyaluran,” jelas Aleks.

Ia mengatakan, bantuan ternak tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Jika dipelihara dengan baik, ternak babi tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga dikembangkan menjadi aset produktif dan sumber penghasilan.

“Dengan adanya bantuan yang diberikan oleh Bupati dan Wakil Bupati melalui Dinas Pertanian, masyarakat memperoleh manfaat. Artinya, masyarakat tidak susah mencari babi di saat-saat Desember, terutama untuk kebutuhan keluarga, kalau dijaga dan dirawat dengan baik,” ujarnya.

Aleks juga mengingatkan masyarakat penerima bantuan agar memperhatikan pola pemberian pakan untuk mendukung pertumbuhan ternak. Selain memanfaatkan pakan alami seperti sayuran dan umbi-umbian, masyarakat dianjurkan menggunakan pakan konsentrat yang dapat diperoleh di Waghete.

“Untuk babi yang kecil ada 551, ada 502 dan juga BB2. Biasanya pakan itu dijual di Waghete. Bisa dibeli dan dicampur dengan air. Pertumbuhannya cepat, tetapi kalau hanya diberikan makanan alami, pertumbuhannya lebih lama,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa bantuan ternak yang telah diterima masyarakat harus dipelihara dan dikembangkan, bukan dititipkan kepada pihak lain ataupun dimanfaatkan untuk konsumsi ketika ternak masih kecil.

Menurutnya, bantuan tersebut diberikan agar masyarakat memiliki kegiatan produktif sekaligus dapat mengembangkan sumber pendapatan bagi keluarga.

“Bantuan dari Bupati dan Wakil Bupati ini harus dipelihara sendiri. Jangan dititipkan kepada orang lain. Bukan untuk dimasak ketika masih kecil, tetapi untuk dipelihara supaya masyarakat mempunyai penghasilan,” tegasnya.

Aleks juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan waktu dan tenaga pada kegiatan-kegiatan produktif, khususnya di bidang pertanian, perkebunan dan peternakan.

Ia berharap bantuan yang telah disalurkan secara bertahap tersebut tidak berhenti sebagai bantuan sesaat, tetapi dapat berkembang menjadi usaha peternakan masyarakat yang berkelanjutan.

“Kalau sibuk dengan kegiatan pertanian dan perkebunan, ada hasil untuk keluarga. Karena itu, mari kita manfaatkan bantuan ini dengan baik,” pesannya.

Pemerintah Kabupaten Deiyai berharap seluruh penerima bantuan dapat menjaga dan mengembangkan ternak yang telah diterima sehingga program tersebut mampu memperkuat ekonomi keluarga sekaligus mendorong tumbuhnya usaha peternakan masyarakat di Kabupaten Deiyai.