
DEIYAI, Tiiruu.com — Bupati Deiyai Melkianus Mote memimpin apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di halaman Kantor Bupati Deiyai, Senin (21/9/2026). Dalam arahannya, Bupati menegaskan pentingnya kedisiplinan, kehadiran apel, serta pelaksanaan tugas sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).
Bupati mengatakan, pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) akan disesuaikan dengan kehadiran ASN dalam apel.
“Pembayaran TPP harus dibayar sesuai dengan absensi apel. Yang benar-benar ikut apel, itu yang saya akan bayar. Saya minta kalian kasih senang saya,” tegas Bupati dalam arahannya.
Ia juga meminta seluruh perangkat daerah menjalankan pekerjaan sesuai bidang masing-masing. Menurutnya, tupoksi setiap OPD sudah melekat pada masing-masing aparatur sehingga harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.
“Tupoksi di kabupaten lain, semua dinas harus bekerja sesuai bidang pekerjaan yang sudah melekat pada kalian,” katanya.
Data ASN Akan Ditertibkan
Bupati juga menyinggung penataan data kepegawaian di lingkungan Pemerintah Kabupaten Deiyai. Ia menyebut masih terdapat data ASN yang telah meninggal dunia maupun telah memasuki masa pensiun.
“Masih ada ASN yang meninggal, masih ada yang sudah pensiun. Makanya kita bersihkan. Tahun depan saya akan suruh BKN bersihkan semua golongan,” ujarnya.
Bupati mengatakan, penataan tersebut juga berkaitan dengan proses pelantikan dan penerbitan SK revisi. Ia menegaskan ASN yang tidak aktif dan tidak memenuhi kewajiban kehadiran akan ditertibkan.
“SK revisi saya akan kasih keluar mulai Januari. Yang tidak hadir saya akan coret. Saya akan turun cek di kantor dan saya akan tertibkan,” tegasnya.
Pendidikan dan Kesehatan
Dalam bidang pendidikan dan kesehatan, Bupati menyampaikan bahwa proses pembayaran hak pegawai mulai berjalan berdasarkan SK yang telah diterbitkan.
Ia menyebut pembayaran bagi pegawai yang memenuhi ketentuan akan langsung masuk ke rekening, termasuk pembayaran untuk periode Januari hingga Agustus atau delapan bulan.
Untuk pegawai kontrak yang belum memiliki nomor rekening, Bupati meminta agar persoalan tersebut dikomunikasikan dengan kepala puskesmas maupun kepala sekolah masing-masing.
“Pegawai kontrak yang tidak punya nomor rekening tidak akan dapat. Kalau honorer, tanya kepala puskesmas dan tanya kepala sekolah,” katanya.
Sementara itu, para CPNS disebut telah dipersiapkan untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan dasar atau prajabatan.
Bupati menegaskan bahwa peserta tidak akan dipilih berdasarkan kedekatan pribadi.
“Untuk prajabatan saya tidak pilih muka. Yang ikut apel itu kasih duluan,” ujarnya.
Ia juga meminta para CPNS menjaga kesehatan sebagai bagian dari persiapan mengikuti prajabatan.
Tugas Akhir dan Bantuan Otsus
Bupati selanjutnya menyampaikan bahwa dukungan tugas akhir yang bersumber dari dana Otonomi Khusus (Otsus) diperuntukkan bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan administrasi kependudukan, termasuk kepemilikan KTP Deiyai.
“Yang ber-KTP Deiyai yang bisa ambil. Kalau KTP di luar Deiyai tidak akan dapat,” katanya.
Hal serupa disampaikan terkait penataan Pasar Mama-Mama Papua. Bupati mengatakan, masyarakat yang memenuhi ketentuan administrasi kependudukan akan menjadi sasaran penerima tempat berjualan ketika pasar tersebut selesai dibangun.
Ia juga meminta agar aktivitas jual beli tidak dilakukan di trotoar dan badan jalan.
“Jangan ada yang jualan di trotoar jalan. Saya dan Disperindag serta Satpol PP akan buat larangan,” tegasnya.
Dukcapil Siapkan Mobil Pelayanan Keliling
Dalam pelayanan administrasi kependudukan, Bupati menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Deiyai akan menyiapkan mobil pelayanan keliling untuk menjangkau masyarakat di kampung-kampung.
Namun, ia menegaskan pelayanan perekaman KTP akan dilakukan berdasarkan kesiapan dan penerimaan masyarakat di masing-masing kampung.
“Nanti ada mobil keliling sehingga semua kampung bisa terlayani. Bagi kampung yang menolak kami, kami tidak akan melakukan perekaman KTP,” ujarnya.
Bantuan Babi dan 210 Perahu
Bupati juga menyampaikan perkembangan sejumlah program bantuan masyarakat. Ia mengatakan penyaluran bantuan mulai dilakukan secara langsung kepada rumah tangga yang telah ditetapkan sebagai penerima.
Untuk bantuan ternak babi, Bupati meminta agar penyaluran dilakukan sesuai daftar penerima dan langsung ke rumah penerima.
“Bantuan sudah mulai dibagi ke rumah-rumah yang sudah punya nama. Babi akan tiba di rumah. Kalau kita bagi di tempat umum akan dirampas,” katanya.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Deiyai juga merencanakan pembagian sebanyak 210 unit perahu kepada masyarakat pada bulan depan.
Menutup arahannya, Bupati mengatakan bahwa meskipun kondisi keuangan daerah terbatas, pemerintah tetap berupaya menjalankan pembangunan di berbagai sektor.
“Tahun ini uang sedikit, tapi kita bangun bangunan banyak,” pungkasnya.









































