Beranda ADVERTORIAL Monitoring ILP dan Skrining TB Digelar di Puskesmas Waghete, Dorong Peningkatan Layanan...

Monitoring ILP dan Skrining TB Digelar di Puskesmas Waghete, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

53
0
Petugas kesehatan mengikuti monitoring ILP dan pendampingan skrining TB di Puskesmas Waghete, Kabupaten Deiyai, Kamis, 27 Agustus 2026 - Doc. Tiiruu.com
Petugas kesehatan mengikuti monitoring ILP dan pendampingan skrining TB di Puskesmas Waghete, Kabupaten Deiyai, Kamis, 27 Agustus 2026 - Doc. Tiiruu.com

WAGHETE, TIIruu.com — Puskesmas Waghete, Kabupaten Deiyai, menjadi lokasi pelaksanaan monitoring Integrasi Layanan Primer (ILP) dan pendampingan skrining Tuberkulosis (TB), Kamis–Jumat, 27–28 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Puskesmas Waghete, serta Yayasan Bina Kasih Husada.

Monitoring dan pendampingan ini dilakukan untuk memperkuat pelaksanaan layanan kesehatan primer, mengevaluasi capaian program, sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang masih dihadapi dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai, Simson Rabi Mote, S.KM, yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan, mengatakan tim ILP akan mendapatkan pembekalan materi sesuai dengan fokus monitoring yang dilakukan.

“Tim ILP akan dibekali materi sesuai dengan monitoring yang akan dilaksanakan. Sementara untuk pendampingan pemeriksaan TB akan dipimpin oleh Yayasan Bina Kasih Husada di tempat layanan,” ujar Simson.

Menurutnya, kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut tidak hanya menjadi forum pembekalan bagi petugas, tetapi juga menjadi ruang evaluasi terhadap pelaksanaan berbagai program kesehatan yang telah berjalan.

“Setelah kegiatan monitoring ini, petugas akan melakukan pemeriksaan untuk melihat apakah program tersebut sudah berjalan atau belum,” katanya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Waghete, Leander Mote, S.Kep., Ners, mengatakan pihaknya menerima tim dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah bersama tim pendamping dari yayasan untuk melakukan monitoring dan evaluasi program kesehatan.

Leander berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kapasitas petugas sekaligus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Deiyai.

“Selama kegiatan ini kami mendapatkan bimbingan dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah dan tim pendamping. Kami berharap hasil monitoring ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pelaksanaan program dan pelayanan di Puskesmas Waghete,” ujarnya.

Selain monitoring, kegiatan juga diisi dengan diskusi bersama antara petugas Puskesmas Waghete, Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, dan tim pendamping dari Yayasan Bina Kasih Husada.

Diskusi tersebut membahas berbagai kendala yang ditemukan dalam pelaksanaan program kesehatan di tingkat pelayanan primer, sekaligus merumuskan langkah-langkah perbaikan agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.

Melalui monitoring dan pendampingan tersebut, diharapkan pelaksanaan Integrasi Layanan Primer serta program skrining TB di Puskesmas Waghete dapat semakin diperkuat dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Kabupaten Deiyai.