Beranda POLHUKAM Kepala Suku Besar Mee Pago Imbau Aksi KNPB di Nabire Berjalan Damai,...

Kepala Suku Besar Mee Pago Imbau Aksi KNPB di Nabire Berjalan Damai, Aspirasi Masyarakat Harus Disampaikan Secara Bermartabat

320
0
Kepala Suku Besar Mee Pago Provinsi Papua Tengah, Melkias Muyapa,

NABIRE,tiiruu.com – Menjelang aksi penyampaian aspirasi yang akan dilakukan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di Kabupaten Nabire, Kepala Suku Besar Mee Pago Provinsi Papua Tengah, Melkias Muyapa, mengimbau seluruh masyarakat agar menjaga keamanan dan ketertiban serta menyampaikan pendapat secara damai.

Melkias menyampaikan imbauan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap situasi keamanan di Papua Tengah, khususnya Kabupaten Nabire, agar setiap penyampaian aspirasi dapat berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan menghormati nilai-nilai kemanusiaan.

Menurutnya, masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan pendapat dan aspirasi sebagaimana dijamin dalam Undang-Undang Dasar 1945. Namun, penyampaian aspirasi harus dilakukan dengan cara-cara yang baik dan tidak mengganggu keamanan daerah.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat yang akan menyampaikan aspirasi agar tetap dalam keadaan seperti biasa, menjaga kedamaian, dan mengikuti aturan yang berlaku,” ujar Melkias Muyapa.

Ia menegaskan, aspirasi masyarakat merupakan hal penting yang harus didengar oleh pemerintah, baik pemerintah daerah maupun lembaga perwakilan rakyat. Menurutnya, DPR Papua Tengah dan Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah memiliki peran penting sebagai tempat masyarakat menyampaikan berbagai persoalan yang mereka rasakan.

“Aspirasi masyarakat perlu disampaikan dan diperjuangkan melalui lembaga yang ada, sehingga dapat menjadi perhatian pemerintah daerah hingga pemerintah pusat,” katanya.
Apresiasi Aparat Keamanan

Dalam kesempatan tersebut, Melkias juga menyampaikan apresiasi kepada pihak keamanan yang selama ini menjaga situasi daerah tetap kondusif.

Ia mengapresiasi kerja Kapolres Nabire bersama jajaran keamanan yang dinilai telah berupaya menjaga keamanan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada pihak keamanan yang selalu bersama masyarakat dan menjaga nama baik daerah ini,” ungkapnya.

Menurutnya, menjaga keamanan Papua Tengah bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat, pemerintah, tokoh adat, dan pihak keamanan.

Dorong Penyelesaian Persoalan Melalui Dialog

Melkias berharap setiap persoalan yang muncul di Papua Tengah dapat diselesaikan melalui komunikasi, koordinasi, dan dialog bersama.

Ia meminta pemerintah daerah maupun pemerintah pusat agar melihat berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat dan mencari solusi terbaik demi kepentingan bersama.

“Papua Tengah adalah jantung dari berbagai persoalan, sehingga semua pihak harus melihat dan mencari jalan keluar bersama. Yang paling penting adalah menjaga daerah ini tetap aman dan damai,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan aparat keamanan dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan serta menghormati keberagaman suku dan bangsa.
Aspirasi Rakyat Harus Dikawal Bersama

Sebagai kepala suku, Melkias mengatakan pihaknya memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah.

Menurutnya, berbagai aspirasi yang muncul dari masyarakat merupakan suara yang lahir dari kondisi nyata yang mereka rasakan sehari-hari.

“Kepala suku adalah pemegang mandat dari rakyat. Kami memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan dan menjembatani aspirasi masyarakat kepada pemerintah daerah maupun pemerintah pusat,” ujarnya.

Melkias berharap aksi penyampaian aspirasi yang akan berlangsung dapat menjadi ruang demokrasi yang sehat, dengan tetap mengedepankan kedamaian, persatuan, dan kepentingan masyarakat Papua Tengah.

“Kita semua harus menjaga keamanan daerah ini. Aspirasi tetap dihargai, tetapi kedamaian dan kemanusiaan harus menjadi yang utama,” pungkasnya. (*).