Beranda ADVERTORIAL PRF XI Jadi Ruang Kreativitas Anak Muda Papua Pegunungan, Enis Kogoya Harap...

PRF XI Jadi Ruang Kreativitas Anak Muda Papua Pegunungan, Enis Kogoya Harap Dukungan Pemda 8 Kabupaten 

17
0
Launching Seniman Musisi Papua Pegunungan menuju Papua Reggae Festival (PRF) Ke-XI berlangsung sukses di Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

 

WAMENA,tiiruu.com – Launching Seniman Musisi Papua Pegunungan menuju Papua Reggae Festival (PRF) Ke-XI berlangsung sukses di Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Kegiatan yang menjadi ruang bagi musisi lokal Papua Pegunungan untuk menunjukkan kreativitas tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan.

Penanggung jawab kegiatan, Enis Kogoya, menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian launching berjalan dengan baik. Ia berharap ke depan para seniman dan musisi Papua Pegunungan yang akan tampil di Papua Reggae Festival XI di Nabire, Papua Tengah, mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah di delapan kabupaten.

“Kami dari seluruh seniman Papua Pegunungan mengucap syukur kepada Tuhan karena kegiatan hari pertama berjalan dengan baik. Kegiatan ini juga secara simbolis telah dibuka oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan melalui Asisten I,” ujar Enis Kogoya usai penutupan acara tersebut, Sabtu, (05/09/2026).

Menurutnya, kehadiran pemerintah dalam kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa seni dan kreativitas anak muda Papua Pegunungan mulai mendapat perhatian. Ia berharap dukungan tersebut tidak hanya hadir ketika ada event besar, tetapi dapat berkelanjutan untuk mendorong perkembangan bakat generasi muda.

“Jangan hanya karena ada event baru pemerintah hadir. Harus ada keberlanjutan agar anak-anak muda terus berkembang, bukan hanya di bidang seni, tetapi juga berbagai bakat lain yang selama ini belum mendapat ruang,” katanya.

Enis menegaskan, anak-anak muda Papua Pegunungan memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat nasional. Karena itu, pemerintah diharapkan dapat membuka ruang lebih luas agar kreativitas generasi muda terus tumbuh.

“Kita harus membuktikan bahwa anak-anak Papua Pegunungan juga mampu bersaing. Jangan melihat daerah kita sebagai daerah tertinggal, tetapi lihat potensi besar yang dimiliki anak-anak muda kita,” ungkapnya.

Selain mengangkat seni musik, kegiatan tersebut juga memberikan ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Berbagai produk khas Papua Pegunungan seperti kerajinan tangan, manik-manik, hingga kuliner mama-mama Papua turut ditampilkan.

Enis mengatakan, seni dan UMKM harus berjalan bersama karena keduanya memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Potensi yang kita angkat bukan hanya musik, tetapi juga karya mama-mama kita. Mereka punya hasil kerajinan dan kuliner lokal yang harus mendapat perhatian penuh dari pemerintah,” jelasnya.

Ia berharap ke depan para seniman dapat terus bersinergi dengan pelaku UMKM untuk mengangkat potensi lokal Papua Pegunungan.

Sementara itu, menjelang keberangkatan menuju Papua Reggae Festival XI di Nabire, Enis menyebutkan keterwakilan musisi dari delapan kabupaten Papua Pegunungan membutuhkan dukungan pemerintah daerah masing-masing.

“Di Lanny Jaya ada grup band, Jayawijaya ada beberapa grup, Yahukimo dan kabupaten lainnya juga memiliki musisi. Semua sudah siap, tinggal bagaimana kontribusi dan dukungan pemerintah daerah,” katanya.

Dalam launching tersebut tercatat sebanyak 14 grup band dari Papua Pegunungan ikut ambil bagian. Mereka terdiri dari musisi dari berbagai kabupaten yang nantinya akan membawa warna musik Papua Pegunungan ke panggung Papua Reggae Festival XI.

Papua Reggae Festival sendiri merupakan salah satu event musik terbesar di Tanah Papua yang menghadirkan lagu-lagu daerah dari berbagai wilayah. Tahun ini, festival mengangkat tema tentang bagaimana lagu-lagu daerah dari seluruh tanah Papua, dari Sorong hingga Merauke, dapat dinyanyikan dan diperkenalkan melalui musik reggae.

Kegiatan launching yang berlangsung selama dua hari, Jumat–Sabtu, 4–5 September 2026, dipusatkan di depan Tugu Salib, Jalan Yos Sudarso, Wamena, mulai pukul 10.00 hingga 18.00 WIT.

Sejumlah grup musik Papua Pegunungan yang tampil dalam kegiatan tersebut di antaranya Baliem Valley Root’s (BVR) Band, Bar Abib Band, Buselek Bross Band, Deszig Root’s Band, Holim Bross Band, Melanesia Beat’s Band, Meyom One Band, Mossom Dawe Band, Pikon Vibration Band, PO Nindy Band, Ras Melanesia (RASMEL) Band, Tehibers Band, Wiwa Band, dan Wone Root’s Band.

Selain konser musik bernuansa Papua Pegunungan, kegiatan juga diisi dengan request lagu, lelang atau sumbangan lagu, serta stand UMKM yang menghadirkan kuliner dan cenderamata khas Papua.

Melalui kegiatan tersebut, para seniman berharap Papua Pegunungan tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga melalui karya seni dan kreativitas generasi mudanya. (*).