
DEIYAI, Tiiruu.com — Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Deiyai diduga menjadi sasaran pembobolan dan pencurian pada malam hari. Sejumlah barang dilaporkan hilang dalam kejadian tersebut.
Barang yang hilang antara lain jatah beras bagi ASN dan CPNS selama tiga bulan dengan total sekitar 2 ton 750 kilogram atau 2,75 ton, serta dua unit dispenser yang berada di lingkungan kantor.
Kepala Disperindag Kabupaten Deiyai, Burno Adii, SE, meminta agar keberadaan beras yang hilang segera dilacak. Ia juga mengingatkan agar beras tersebut tidak sampai diperjualbelikan kepada masyarakat, kios maupun pihak lainnya.
“Coba kita lacak beras kita, jangan sampai mereka jual ke masyarakat, ke kios-kios, dan juga ke gereja-gereja. Kalau dispenser tidak apa-apa. Beras itu tugas kita untuk kita lacak. Ketemu orangnya, kita proses ke polisi,” kata Burno Adii melalui pesan singkat.
Informasi awal menyebutkan, dugaan pencurian diketahui setelah dilakukan pemeriksaan terhadap kondisi kantor. Namun, hingga saat ini belum diketahui secara pasti kapan aksi tersebut terjadi dan bagaimana pelaku dapat masuk ke dalam kantor.
Pihak Disperindag Kabupaten Deiyai diharapkan segera melaporkan kejadian tersebut kepada aparat kepolisian agar dapat dilakukan penyelidikan, termasuk mengidentifikasi pelaku dan menelusuri keberadaan beras yang hilang.
Kehilangan tersebut menjadi perhatian karena beras sebanyak 2,75 ton merupakan jatah pegawai ASN dan CPNS yang diperuntukkan bagi penerima yang telah ditentukan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi mengenai total nilai kerugian maupun perkembangan penyelidikan dari pihak kepolisian.









































