Nabire, tiiruu.com — Keluarga almarhum Rubianus Mirip, anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodam III D Dulla di bawah pimpinan Aibon Kogoya, mendatangi Polres Nabire dan Polda Papua Tengah pada Jumat (20/3/2026).
Kunjungan tersebut diwakili oleh sepupu almarhum, Esau Yarinap, bersama keluarga besar untuk menyampaikan permintaan terkait pemulangan jenazah Rubianus Mirip, yang dilaporkan gugur pada Senin, 16 Maret 2026 di Kali Pepaya.
Dalam pertemuan itu, pihak keluarga menyampaikan keinginan agar jenazah almarhum dapat diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan secara layak. Mereka menegaskan bahwa terlepas dari status almarhum sebagai anggota kelompok bersenjata, nilai kemanusiaan harus tetap diutamakan.
“Kami datang sebagai keluarga. Walaupun dia anggota TPNPB, bagi kami dia adalah saudara, adik kami. Kami meminta kepada aparat keamanan agar jasad almarhum Rubianus Mirip bisa dikembalikan kepada keluarga,” ujar Esau Yarinap.
Keluarga mengungkapkan bahwa hingga saat ini jenazah belum diterima dan diduga telah berada di lokasi selama beberapa hari, sehingga menimbulkan kekhawatiran terkait kondisinya.
“Sudah empat hari empat malam, jasadnya belum kami terima. Kami dengar kondisinya sudah membusuk,” kata perwakilan keluarga.
Pihak keluarga juga mempertimbangkan kemungkinan untuk mengambil jenazah langsung di lokasi yang disebut berada di Kali Pepaya. Namun, jarak yang jauh dan medan yang sulit menjadi kendala.
“Kalau kami harus ambil di Kali Pepaya, itu jaraknya jauh, butuh waktu satu hari perjalanan. Karena itu, kami mempertimbangkan kondisi yang ada,” ujarnya.

Dalam pernyataannya, keluarga menyebut sempat mempertimbangkan untuk membiarkan jenazah tetap berada di lokasi sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan almarhum.
“Kalau memang tidak bisa, kami dari keluarga berpikir biar dia tetap di sana. Dia berjuang untuk tanah ini, biar dia juga kembali ke tanah itu,” kata Esau.
Meski demikian, keluarga tetap berharap agar jenazah dapat dikembalikan agar bisa dimakamkan secara layak oleh keluarga.
“Kami memohon dengan akal sehat dan kemanusiaan, agar jenazah almarhum dikembalikan kepada keluarga dalam situasi apa pun,” ujarnya.
Keluarga juga menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian almarhum.
“Selamat jalan kakak, pahlawan kami Rubianus Mirip. Kami turut berduka,” ucapnya.
Dalam pernyataan lanjutan, Esau Yarinap menyampaikan bahwa pihak keluarga memahami situasi konflik yang terjadi.
“Walaupun aparat TNI-Polri menganggap Rubianus Mirip sebagai musuh dan telah menembaknya di medan perang, itu kami pahami sebagai bagian dari konflik antara pihak bersenjata,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa keluarga memperoleh informasi bahwa jenazah almarhum telah dikuburkan oleh aparat.
“Kami dengar jasad almarhum sudah dikuburkan oleh aparat TNI-Polri. Kalau benar demikian, kami berterima kasih karena tidak dibiarkan begitu saja di luar hingga membusuk,” ujarnya.
Sementara itu, pihak Kepolisian Resor Nabire menyatakan menerima aspirasi dan masukan dari keluarga terkait penanganan jenazah.
“Kami menerima masukan dari pihak keluarga, termasuk apabila jenazah almarhum dibiarkan kembali ke tanah sebagai bagian dari keyakinan dan kekuatan tanah ini,” ujar perwakilan kepolisian.
Polisi juga menyampaikan apresiasi atas langkah keluarga yang datang dan berkoordinasi secara langsung dengan aparat keamanan.
“Kami berterima kasih kepada keluarga yang sudah datang dan mau berkoordinasi dengan kami,” katanya.
Selain itu, pihak kepolisian turut menyampaikan doa bagi almarhum.
“Kami bersama-sama berdoa agar almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujarnya.









































