Beranda ADVERTORIAL Batas Adat Jadi Kunci! Janji Tuntaskan konflik Kapiraya Sebelum Desember 

Batas Adat Jadi Kunci! Janji Tuntaskan konflik Kapiraya Sebelum Desember 

123
0

DEIYAI, Tiiruu.com – Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, S.H., menegaskan komitmennya untuk mendorong percepatan pembangunan di Kabupaten Deiyai melalui penguatan sektor pendidikan, ekonomi kerakyatan, penyelesaian persoalan tapal batas Kapiraya, serta penghargaan bagi pelajar berprestasi.

 

Komitmen tersebut disampaikan Meki Nawipa saat melanjutkan kunjungan kerja ke Kabupaten Deiyai, Selasa (8/9/2026), setelah sebelumnya melaksanakan agenda pemerintahan di Kabupaten Dogiyai.

 

Tapal Batas Kapiraya Ditargetkan Selesai 2026

Persoalan tapal batas Kapiraya menjadi salah satu isu utama yang mendapat perhatian dalam dialog Gubernur bersama masyarakat di Aula Tuyana, Waghete.

Nawipa menegaskan, pemerintah akan mengupayakan agar persoalan tapal batas tersebut dapat diselesaikan sebelum Desember 2026 dengan mempertimbangkan batas-batas adat.

 

“Bicara soal tapal batas Kapiraya, kita akan selesaikan sebelum Desember 2026 yang mengacu pada batas adat, bukan batas pemerintah,” tegas Nawipa.

 

Untuk merealisasikan komitmen tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Tengah akan mengundang Bupati Mimika, Bupati Deiyai, dan Bupati Dogiyai untuk duduk bersama melakukan koordinasi.

Penyelesaian persoalan tersebut akan ditempuh melalui pendekatan pemerintahan dan adat sehingga menghasilkan kesepakatan yang dapat diterima seluruh pihak sekaligus mencegah munculnya potensi ketegangan antarmasyarakat.

Selain penyelesaian tapal batas, Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga akan mengkaji pembangunan jalan penghubung Deiyai–Kapiraya. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus membuka akses ekonomi bagi masyarakat.

 

18 Pelajar dan Dua Guru Terima Laptop

 

Dalam kunjungan kerja tersebut, Gubernur Nawipa juga menyerahkan bantuan laptop kepada 18 pelajar dan dua guru pendamping asal Kabupaten Deiyai.

 

Para pelajar tersebut merupakan peraih predikat Juara Umum Festival Cahaya Kreasi Pelajar SMA/SMK Papua Tengah 2026 yang berlangsung di Nabire pada akhir Juni 2026.

Nawipa berpesan agar bantuan tersebut digunakan untuk menunjang kegiatan pendidikan dan pengembangan kemampuan diri.

 

“Gunakan laptop ini untuk hal-hal positif, terutama belajar, mengerjakan tugas sekolah, dan mengembangkan kemampuan diri,” pesan Nawipa.

 

Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan akses pelajar terhadap sumber belajar dan teknologi digital, sekaligus menjadi motivasi bagi generasi muda Papua Tengah untuk terus berprestasi.

 

Rp5 Miliar untuk Gereja dan Bantuan bagi Pemuda

Gubernur Papua Tengah juga menyerahkan bantuan sebesar Rp5 miliar kepada panitia pembangunan gedung Gereja Katolik Paroki Kristus Kebangkitan Kita Damabagata, Distrik Tigi Timur.

 

“Ini komitmen saya untuk meningkatkan ketaqwaan dan kepercayaan kita kepada Tuhan Yesus,” ujar Nawipa.

 

Selain bantuan pembangunan gereja, dalam rangkaian kegiatan tersebut juga disampaikan adanya bantuan 34 unit sepeda motor untuk pemuda.

 

Rangkaian kunjungan kerja Gubernur Meki Nawipa di Kabupaten Deiyai menunjukkan arah pembangunan Papua Tengah yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik.

 

Pemerintah provinsi berkomitmen mendengar langsung aspirasi masyarakat, memperkuat pendidikan berbasis masyarakat, mendorong ekonomi kerakyatan dan budaya lokal, menyelesaikan persoalan tapal batas secara damai, serta memberikan penghargaan kepada generasi muda yang berprestasi.

 

Nawipa menekankan bahwa pembangunan harus menyentuh kebutuhan dasar masyarakat dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat.