DEIYAI, Tiiruu. com— Gubernur Provinsi Papua Tengah Meki Fritz Nawipa, S.H. bersama Bupati Deiyai Melkianus Mote, S.T. dan Wakil Bupati Deiyai Ayub Pigome mengunjungi kawasan rencana pembangunan Kingmi Center Deiyai di Epadoutou, Bomou, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua Tengah, Selasa (8/9/2026).
Kingmi Center Deiyai merupakan rencana pembangunan pusat aktivitas Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua Koordinator Deiyai, yang nantinya diarahkan untuk mendukung berbagai kegiatan, termasuk pendidikan, asrama, serta aktivitas pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.
Kedatangan rombongan disambut Koordinator Kingmi Deiyai, lima Ketua Klasis, para gembala dan pendeta dari wilayah pelayanan Koordinator Kingmi Deiyai, anak-anak sekolah YPPGI, serta anak-anak Sekolah Minggu.
Rombongan belum dapat mencapai titik lokasi rencana pembangunan Kingmi Center karena akses jalan belum terhubung hingga ke kawasan tersebut. Rombongan hanya sampai beberapa meter sebelum lokasi, kemudian melanjutkan kegiatan dengan pertemuan dan dialog bersama pihak Koordinator Kingmi Deiyai serta masyarakat yang hadir.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Deiyai Melkianus Mote, S.T. menyampaikan rencana pembukaan akses jalan yang nantinya akan menghubungkan kawasan tersebut dengan wilayah Yuwonotaida, Bomou.
“Nanti rencana saya mau buat jalan sampai Yuwonotaida, Bomou, tahun ini,” ujar Bupati.
Sementara itu, Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa, S.H. menekankan pentingnya penyusunan grand design sebagai dasar pembangunan Kingmi Center. Menurutnya, pembangunan kawasan harus dirancang secara menyeluruh agar setiap fasilitas yang dibangun ke depan tetap tertata dan dapat dikembangkan secara bertahap.
Gubernur menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Tengah pada tahun ini memberikan dukungan untuk pembangunan asrama SMA YPPGI serta bantuan operasional sekolah.
“Kita perlu buat grand desain. Tahun ini kan kita bangun Asrama untuk SMA YPPGI di situ. SMA YPPGI tahun ini kita kasih 300 juta juga untuk operasional. Tahun lalu juga kita ada kasih,” kata Gubernur.
Menurut Gubernur, pembangunan yang dilakukan tanpa perencanaan kawasan yang jelas berpotensi membuat fasilitas berdiri secara tidak teratur. Karena itu, grand design diperlukan untuk menentukan tahapan pembangunan, mulai dari tahap pertama, tahap kedua hingga tahap berikutnya.
“Jadi berdasarkan gambar itu baru tahap pertama, tahap kedua, tahap ketiga. Kita bisa bangun 10 tahun ke depan namun kita sudah punya grand desain yang jelas,” jelasnya.
Gubernur juga menegaskan bahwa pembangunan asrama ditujukan untuk mendukung kebutuhan anak-anak sekolah. Fasilitas tersebut nantinya diharapkan dilengkapi berbagai kebutuhan dasar, termasuk tempat tidur dan kasur, sehingga dapat menjadi tempat tinggal yang layak bagi para siswa.
Selain pembangunan sarana pendidikan, Gubernur mendorong Koordinator Kingmi Deiyai dan kelompok-kelompok di lingkungan gereja untuk mengembangkan kegiatan ekonomi produktif. Ia menyarankan pengembangan peternakan seperti babi, ayam, dan kelinci agar masyarakat dan gereja memiliki sumber ekonomi yang dapat mendukung keberlanjutan pelayanan.
Gubernur juga mengingatkan pentingnya menjaga proses pembangunan agar berjalan dengan baik. Ia meminta pihak gereja bersama masyarakat ikut mengawal pembangunan sehingga berbagai hal yang dapat menghambat proses pembangunan dapat dicegah.
Sementara itu, mewakili Koordinator Kingmi Deiyai, Noak Pekei, salah satu intelektual dan kaum profesional Kingmi Deiyai, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Gubernur Papua Tengah, Bupati Deiyai, dan Wakil Bupati Deiyai.
“Kami Koordinator Kingmi Deiyai menyampaikan terima kasih kepada Gubernur dan Bupati Kabupaten Deiyai serta Wakil Bupati Deiyai datang mengunjungi kami di areal Kingmi Center. Kami menyampaikan terima kasih. Tuhan yang punya segala berkat akan menyertai dalam segala hal. Terima kasih,” ungkap Noak Pekei.
Kunjungan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Pemerintah Kabupaten Deiyai, dan Koordinator Kingmi Deiyai dalam mempersiapkan pembangunan kawasan yang dapat mendukung pendidikan, pelayanan gereja, serta pemberdayaan masyarakat.
Dengan adanya grand design yang terarah dan dukungan pembukaan akses jalan, pembangunan Kingmi Center diharapkan dapat dilaksanakan secara bertahap dan tertata sesuai kebutuhan jangka panjang.











































