Gakokebo, Tiiruu.com – Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menemui sejumlah petani di Gakokebo saat melakukan kunjungan ke Sekolah SMPTK YPPGI Trotman Baida Gakokebo, Selasa (8/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, para petani menyampaikan sejumlah kebutuhan untuk mendukung aktivitas pertanian, salah satunya pembangunan pagar untuk melindungi lahan pertanian dari gangguan anak-anak yang kerap masuk ke kebun.
Salah satu petani bawang menyampaikan bahwa lahan pertanian mereka membutuhkan pagar karena anak-anak sering masuk dan menginjak tanaman.
Menanggapi keluhan tersebut, Gubernur Meki Nawipa mengatakan pemerintah akan membantu mencarikan solusi, termasuk melalui Dinas Sosial untuk pengadaan alat pemotong kayu yang dapat digunakan masyarakat dalam pembuatan pagar.
“Saya akan menyuruh Dinas Sosial untuk mengadakan sensor (gergaji mesin) untuk kayu, lalu membuat pagar. Sama seperti di Dogiyai, petani kopi membutuhkan pagar,” kata Meki.
Gubernur juga meminta para petani membentuk kelompok tani agar bantuan pemerintah dapat disalurkan secara kelembagaan, bukan kepada perorangan.
“Saya pesan kalian petani, buat kelompok. Pemerintah tidak kasih perorangan,” tegasnya.
Selain kelompok tani, Meki juga meminta Dinas Pertanian mendorong para petani membentuk koperasi yang memiliki legalitas notaris.
Menurutnya, keberadaan koperasi akan mempermudah pengelolaan bantuan sekaligus memastikan adanya laporan pertanggungjawaban yang jelas.
“Saya pesan kepada Kepala Dinas Pertanian, kalian buat koperasi notaris supaya kita juga punya laporan pertanggungjawaban, enak,” ujarnya.
Akan Beli Empat Ekskavator
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Papua Tengah juga menyampaikan rencana pemerintah untuk membeli empat unit alat berat ekskavator pada tahun ini.
Alat berat tersebut nantinya akan digunakan untuk mendukung normalisasi danau serta membuka akses masyarakat terhadap lahan yang dapat dimanfaatkan untuk berkebun.
“Tahun ini saya akan beli empat alat berat ekskavator yang jalan di atas danau. Saya akan gali-gali, kasih bersih danau ini,” katanya.
Namun, Meki menegaskan bahwa pelaksanaan normalisasi membutuhkan dukungan masyarakat, terutama terkait pelepasan sebagian tanah yang diperlukan untuk pekerjaan tersebut.
“Masyarakat harus kasih lepas tanah supaya bisa normalisasi, supaya orang bisa berkebun. Kalau masyarakat tidak kasih tanah, kita tidak bisa buat seperti ini,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa alat berat yang dibeli pemerintah provinsi nantinya dapat dimanfaatkan secara bergantian oleh kabupaten-kabupaten di Papua Tengah sesuai kebutuhan.
“Walaupun alatnya sudah ada, nanti alatnya kita taruh di Deiyai. Kalau Dogiyai butuh, kita kasih pindah ke Dogiyai. Kalau Paniai butuh, kita kasih pindah ke Paniai,” ungkap Meki.
Gubernur Meki Nawipa menambahkan, dirinya akan kembali bertemu masyarakat dalam waktu dekat untuk membahas berbagai kebutuhan pembangunan dan pertanian.
“Pokoknya dalam waktu dekat saya akan datang. Kita ketemu di Waghete sebelum Desember,” pungkasnya.











































