Beranda ADVERTORIAL Plt. Inspektur Deiyai Serahkan Sertifikat kepada 25 OAP peserta Lulus MOOC, Siap...

Plt. Inspektur Deiyai Serahkan Sertifikat kepada 25 OAP peserta Lulus MOOC, Siap Lanjut PJJ

106
0
Plt. Inspektur Deiyai Serahkan Sertifikat kepada 25 OAP peserta Lulus MOOC, Siap Lanjut PJJ di Kabupaten Deiyai- Tiiruu Doc
Plt. Inspektur Deiyai Serahkan Sertifikat kepada 25 OAP peserta Lulus MOOC, Siap Lanjut PJJ di Kabupaten Deiyai- Tiiruu Doc

DEIYAI, Tiiruu.com — Plt. Inspektur Kabupaten Deiyai, Peter Joharry Matakena, S.STP., M.Tr.IP., menyerahkan sertifikat kepada 25 Peserta Putra-Putri OAP yang dinyatakan lulus pembelajaran Massive Open Online Course (MOOC) dan berhak melanjutkan ke tahap kedua PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh)

Penyerahan sertifikat tersebut berlangsung di halaman Kantor Inspektorat Kabupaten Deiyai, Kamis (10/9/2026).

Dalam amanatnya, Peter mengatakan peserta telah mengikuti pembelajaran MOOC pada 24 Agustus hingga 7 September 2026. Peserta yang dinyatakan lulus selanjutnya akan mengikuti pembelajaran tatap muka dalam rangka Pelatihan Fungsional Auditor Ahli Pertama di lingkungan Inspektorat Kabupaten Deiyai.

“Setelah menyelesaikan pembelajaran MOOC dan dinyatakan lulus, teman-teman dapat melanjutkan ke tahap pembelajaran tatap muka,” ujar Peter.

Ia menjelaskan, rangkaian pembelajaran selanjutnya dimulai pada 14 September 2026, yang terdiri atas Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring dan Pembelajaran Tatap Muka secara luring.

Untuk pembelajaran tatap muka, kegiatan akan dilaksanakan di Hotel Carmel, Jalan Trikora, Kalibobo, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah.

Peter meminta peserta mengikuti seluruh materi dengan serius, terutama materi yang berkaitan dengan audit, reviu pengadaan barang dan jasa (PBJ), audit kepatuhan, serta audit kinerja.

Menurutnya, pembelajaran tatap muka akan menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperdalam pemahaman melalui studi kasus dan praktik langsung.

“Di tatap muka nanti kita akan masuk pada studi kasus. Teman-teman belajar bagaimana melakukan reviu awal, reviu PBJ, audit kepatuhan maupun audit kinerja,” katanya.

Peter juga menyampaikan bahwa dalam kegiatan pemeriksaan di Nabire, dua tim pengendali teknis dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah akan bergabung. Salah satunya disebut bernama Yusuf Sake.

Ia mengatakan pelaksanaan pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) masih bersifat tentatif dan diperkirakan memasuki tahap exit pada 29 September 2026. Sementara itu, pembekalan bagi peserta dijadwalkan berlangsung hingga 1 Oktober 2026.

Untuk pelaksanaan PJJ, Peter menyebut akan dikoordinasikan oleh Vero selaku wali kelas. Ia berharap seluruh peserta dapat menyelesaikan tahapan pendidikan sehingga memperoleh STTPL dan selanjutnya dapat mengikuti proses pelantikan sesuai ketentuan.

Peter juga menekankan pentingnya membangun sistem pengawasan yang kuat di lingkungan Inspektorat Kabupaten Deiyai.
“Kita sedang membangun sistem. Walaupun pejabat ke depan berganti, sistem ini harus tetap berjalan dan dapat disesuaikan dengan kebijakan yang ada,” ujarnya.

Ia mengatakan tantangan birokrasi semakin kompleks sehingga kapasitas auditor harus terus ditingkatkan. Karena itu, pola pemantauan pekerjaan akan diperkuat dan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.

Ke depan, Inspektorat Kabupaten Deiyai juga berencana membentuk tim pemantauan yang lebih spesifik, termasuk tim yang menangani pekerjaan konstruksi dan tim pengadaan barang lainnya sesuai dengan jenis pengadaan barang dan jasa.

Peter menyebut saat ini terdapat sekitar 36 auditor, sementara dua auditor sedang mengikuti ujian kompetensi untuk peningkatan jenjang jabatan. Ia berharap peningkatan kapasitas tersebut dapat memperkuat fungsi pengawasan internal pemerintah daerah.

Ia juga meminta peserta mempelajari seluruh mata pelatihan secara serius, termasuk materi reviu LKPD dan materi lain yang sesuai dengan bidang tugas masing-masing.

“Pelajari baik-baik semua materi yang ada. Dengan begitu, teman-teman dapat menjawab tugas sesuai dengan materi yang sudah dipelajari,” katanya.

Peter menutup arahannya dengan mengajak seluruh peserta tetap semangat menghadapi tantangan pengawasan yang semakin berat.

“Saya yakin dan percaya teman-teman semua mampu. Tugas ke depan semakin berat, tetapi kita harus terus belajar dan meningkatkan kemampuan,” pungkasnya.