Beranda ADVERTORIAL Puluhan Tahun Diteror Longsor, Warga Asso Tipo Titip Harapan kepada Demokrat untuk...

Puluhan Tahun Diteror Longsor, Warga Asso Tipo Titip Harapan kepada Demokrat untuk Hunian Baru dan Solusi Permanen”.

14
0
Foto bersama Ketua DPD Demokrat Provinsi Papua Pegunungan Ones Pahabol dan Ketua DPC Demokrat Jayawijaya Ronny Elopere pada kegiatan penjaringan aspirasi masyarakat dalam rangka memperingati HUT ke-25 Partai Demokrat yang berlangsung di Hitigima, Distrik Asso Tipo, Jumat (4/9/2026).

WAMENA,tiiruu.com – Kepala Suku Distrik Asso Tipo, Wesakin Asso menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Partai Demokrat yang telah datang langsung mengunjungi masyarakat terdampak bencana longsor sekaligus menerima aspirasi warga di Kampung Hitigima, Distrik Asso Tipo, Kabupaten Jayawijaya.

Ucapan terima kasih tersebut disampaikan Wesakin Asso dalam kegiatan penjaringan aspirasi masyarakat dalam rangka memperingati HUT ke-25 Partai Demokrat yang berlangsung di Hitigima, Distrik Asso Tipo, Jumat (4/9/2026).

“Kami menyampaikan terima kasih karena Demokrat dan Wakil Gubernur bisa datang melihat kondisi kami secara langsung,” ujar Wesakin Asso.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPD Partai Demokrat Papua Pegunungan , Ketua DPC Demokrat Jayawijaya Ronny Elopere, Sekretaris DPW Demokrat Papua Pegunungan Wali Wonda, anggota DPRD kabupaten dan provinsi, serta anggota DPR RI dari delapan kabupaten di Papua Pegunungan.

Kehadiran jajaran Partai Demokrat disambut hangat oleh masyarakat yang selama ini terdampak longsor. Dalam kesempatan itu, Partai Demokrat menyerahkan bantuan kemanusiaan berupa 3 ton beras, bahan kebutuhan pokok lainnya, serta bantuan dana puluhan juta rupiah untuk membantu meringankan beban warga.

Selain menyerahkan bantuan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang dialog terbuka antara masyarakat dengan pimpinan Partai Demokrat. Warga menyampaikan berbagai persoalan yang mereka alami akibat bencana longsor, mulai dari rumah yang tertimbun lumpur dan material longsor, lahan pertanian yang rusak, hingga kebutuhan penanganan jangka panjang seperti pembangunan hunian baru dan penyediaan alat berat.

Warga Minta 100 Rumah dan Alat Berat

Perwakilan masyarakat Asso Tipo menyampaikan bahwa bencana longsor yang terjadi di wilayah tersebut bukan kejadian baru. Menurut mereka, ancaman longsor telah berlangsung sejak puluhan tahun dan kini semakin mengancam pemukiman serta lahan masyarakat.

“Kami sejak terjadi longsor, rumah warga sudah tertimbun. Sampai sekarang rumah yang tertimbun belum dibangun kembali. Kami mau tidur juga merasa tidak tenang,” ungkap Wesakin Asso di hadapan seruh pengurus partai Demokrat.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat meminta perhatian pemerintah dan pihak terkait agar dapat membantu menyediakan hunian baru.

“Dengan banyaknya anak cucu kami, kami meminta bantuan sekitar 100 rumah untuk keluarga besar kami,” harapnya.

Sementara itu, perwakilan intelektual Uni Asso menyampaikan terima kasih atas kepedulian Partai Demokrat yang telah hadir melihat langsung kondisi masyarakat.

“Kami sebagai keluarga besar yang mengalami bencana longsor ini menyampaikan terima kasih atas kunjungan Partai Demokrat. Kami tidak mungkin pindah ke tempat lain karena tanah ini adalah tanah kami. Namun bangunan yang sudah terendam tidak mungkin dibangun kembali,” katanya.

Ia berharap pemerintah dapat membantu penyediaan alat berat untuk membersihkan material longsor serta menata kembali aliran air agar tidak terus mengancam pemukiman warga.

“Kami berharap ada bantuan alat berat untuk membersihkan pasir yang masuk dan mengubah arah aliran air agar bisa langsung menuju Sungai Baliem,” ujarnya.

Longsor Sudah Mengancam Sejak Zaman Nenek Moyang

Tokoh masyarakat Benyamin Asso juga mengungkapkan bahwa persoalan longsor di wilayah tersebut telah berlangsung lama dan menjadi ancaman bagi masyarakat yang telah mendiami wilayah itu sejak turun-temurun.

“Longsor ini sudah terjadi sejak dulu sampai sekarang. Kami bukan pendatang, kami tinggal di sini dari nenek moyang kami. Karena itu kami berterima kasih kepada Bapak Wakil Gubernur dan Partai Demokrat yang sudah datang melihat kami,” katanya.

Ia berharap pemerintah dapat mengambil langkah nyata untuk menyelesaikan persoalan longsor yang telah berlangsung lama tersebut.

Demokrat Akan Sampaikan Aspirasi ke Pemerintah Pusat

Ketua DPD Partai Demokrat Papua Pegunungan, Ones Pahabol mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari kepedulian Partai Demokrat untuk hadir bersama masyarakat.

“Atas nama Ketua Umum AHY dan Ketua Majelis Tinggi Demokrat SBY, kami menyampaikan salam kepada seluruh masyarakat Papua Pegunungan,” katanya.

Menurutnya, bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian yang lahir dari dukungan dan doa masyarakat.

“Bantuan ini bisa diberikan karena adanya doa masyarakat. Hati seorang pemimpin itu seperti batang air yang mengalirkan air sesuai kehendak Tuhan. Mari kita mengucap syukur kepada Tuhan Yesus,” ujarnya.

Sementara Sekretaris DPD Demokrat Papua Pegunungan, Wali Wonda mengatakan kegiatan penjaringan aspirasi masyarakat merupakan bagian dari rangkaian HUT ke-25 Partai Demokrat yang dilaksanakan di seluruh Indonesia.

“Kegiatan seperti ini bukan hanya dilakukan di sini, tetapi di seluruh Indonesia dengan berbagai kegiatan sosial. Untuk Papua Pegunungan, kami memutuskan untuk melakukan penjaringan aspirasi masyarakat langsung di lokasi yang mengalami persoalan,” jelasnya.

Wali Wonda menegaskan, persoalan longsor di Asso Tipo bukan masalah baru. Menurutnya, kondisi tersebut telah terjadi sejak puluhan tahun lalu namun belum mendapatkan penanganan maksimal.

“Saya lahir di sini tahun 1980-an, dan longsor ini sudah ada sebelum saya lahir. Sampai hari ini mungkin sudah ada survei dari pemerintah, tetapi belum ada tindak lanjut yang nyata,” katanya.

Ia memastikan seluruh aspirasi masyarakat akan disampaikan kepada pimpinan Partai Demokrat di tingkat pusat, termasuk terkait kebutuhan infrastruktur dan penanganan bencana.

“Partai Demokrat saat ini memiliki Ketua Umum AHY yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Infrastruktur dan Kewilayahan. Aspirasi ini akan kami sampaikan langsung agar mendapat perhatian pemerintah pusat,” tutupnya. (*).