Beranda PEMBANGUNAN PAPUA Perekda Setda Deiyai Perkenalkan Kuliner Tradisional Mee melalui Live Cooking di Festival...

Perekda Setda Deiyai Perkenalkan Kuliner Tradisional Mee melalui Live Cooking di Festival TIFA 2026

170
0

NABIRE, tiiruu.com – Bagian Perekonomian Daerah (Perekda) Sekretariat Daerah Kabupaten Deiyai memperkenalkan kekayaan kuliner tradisional masyarakat Mee melalui kegiatan live cooking pada hari ketiga pelaksanaan Timika Inside Festival of Art (TIFA) 2026 di halaman Gedung Eme Neme Yauware, Timika, Sabtu (5/7/2026).

 

Kesempatan tersebut diberikan panitia TIFA sebagai bagian dari upaya memperkenalkan keragaman budaya dan kuliner daerah kepada masyarakat. Perekda Setda Deiyai diwakili Kepala Subbagian Investasi, Elisabeth Helena Aibekob, yang didampingi stafnya, Lena Edowai.

 

Dalam demonstrasi memasak itu, Elisabeth memperkenalkan sejumlah hidangan khas Deiyai, seperti nota (petatas ungu), uguboo (sayur hitam), udi (udang), sambal emo buwaa (terong belanda), serta ikan mas dari Danau Tigi.

 

“Semua bahan yang saya masak ini kami bawa langsung dari Deiyai,” kata Elisabeth di hadapan ratusan pengunjung yang memadati lokasi kegiatan.

 

Selain bahan utama tersebut, berbagai sayuran seperti sawi putih, daun jipang atau labu siam, wortel, serta bumbu dapur berupa bawang merah, bawang putih, cabai, dan jahe juga didatangkan langsung dari Deiyai.

 

Elisabeth mengatakan Tanah Papua memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, termasuk ragam kuliner tradisional yang menjadi identitas setiap daerah. Menurut dia, masyarakat di wilayah Meepago, khususnya Kabupaten Deiyai, Dogiyai, dan Paniai, memiliki warisan kuliner yang serupa dan berpotensi dikembangkan sebagai produk unggulan.

 

“Dari dulu, di wilayah Meepago, makanan seperti ini sudah menjadi sumber kehidupan banyak orang hingga mereka berhasil,” ujarnya.

 

Ia menilai kuliner tradisional dapat dikembangkan menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat apabila dikelola secara serius. Karena itu, Elisabeth mengajak generasi muda untuk mulai melestarikan sekaligus mengembangkan makanan khas suku Mee sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat.

 

Dalam kesempatan itu, Elisabeth juga memperkenalkan jus dan sambal berbahan emo buwaa atau terong belanda. Menurut dia, buah tersebut banyak ditemukan di wilayah Meepago, baik yang tumbuh liar maupun dibudidayakan masyarakat.

 

“Buah ini cukup banyak di wilayah Meepago. Rasanya enak dan sangat baik untuk kesehatan,” katanya.

 

Kegiatan live cooking berlangsung interaktif. Pemandu acara mengajak Elisabeth berdialog mengenai bahan, cara memasak, hingga filosofi makanan tradisional Mee. Sejumlah pengunjung juga mengajukan pertanyaan tentang kuliner khas Deiyai.

 

Setelah masakan selesai disajikan, Elisabeth membagikan hidangan secara gratis kepada sepuluh pengunjung yang berhasil menjawab pertanyaan dari panitia. Hidangan tersebut juga disajikan kepada sejumlah tamu dan pejabat yang hadir.

 

Ketua Dekranasda Kabupaten Deiyai, Fransina Rumbiak Mote, yang mengikuti jalannya kegiatan sejak awal, mengapresiasi penampilan Elisabeth dalam memperkenalkan kuliner daerah kepada masyarakat luas.

 

“Keren sekali. Saya mengapresiasi keterampilan memasak kuliner khas Deiyai yang ditampilkan kepada publik. Mantap,” katanya.

 

Apresiasi juga disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika, Samuel Yogi. Menurut dia, langkah Perekda Setda Deiyai memperkenalkan makanan tradisional merupakan upaya penting untuk mengangkat potensi budaya dan ekonomi masyarakat Mee.

 

“Ini merupakan potensi luar biasa dari wilayah Mee. Kami memberikan apresiasi karena Perekda Setda Deiyai telah mengangkat makanan tradisional melalui kegiatan seperti ini,” ujar Yogi.

 

Ia berharap pengembangan kuliner tradisional terus dilakukan agar menjadi bagian dari pelestarian budaya sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor ekonomi kreatif.

 

Selama kegiatan berlangsung, tim Kabupaten Deiyai memberikan dukungan penuh dari sisi panggung. Dukungan tersebut dipimpin Ketua Dekranasda Deiyai bersama Wakil Ketua TP-PKK Deiyai, Apiana Pigome Badii, serta seluruh anggota tim yang hadir dalam Festival TIFA 2026.