Beranda ADVERTORIAL DO MI DOU (SEGERA DATANG LIHAT): Membiasakan, Merawat, dan Menumbuhkan Sastra Papua...

DO MI DOU (SEGERA DATANG LIHAT): Membiasakan, Merawat, dan Menumbuhkan Sastra Papua dari Keringat Sendiri

116
0

 

Nabire,tiiruu.com – Komunitas Sastra Papua (KO’SAPA) mengajak seluruh masyarakat Papua untuk kembali meneguhkan kecintaan terhadap sastra, bahasa, dan kebudayaan Papua melalui semangat “DO MI DOU (Segera Datang Lihat): Membiasakan, Merawat, dan Menumbuhkan Sastra Papua dari Keringat Sendiri.” Tema ini menjadi seruan bersama agar masyarakat tidak hanya menjadi penikmat budaya, tetapi juga pelaku yang merawat dan mewariskan identitas Papua kepada generasi mendatang.

Papua dikenal sebagai rumah bagi lebih dari 250 suku bangsa dan bahasa yang menyimpan kekayaan sastra lisan, mulai dari mitos, legenda, dongeng, syair adat, nyanyian rakyat, hingga cerita-cerita yang diwariskan turun-temurun. Kekayaan itu merupakan identitas yang membentuk jati diri orang Papua dan harus terus dijaga agar tidak hilang ditelan zaman.

Ketua Panitia KO’SAPA Mecky Tebai menyampaikan bahwa gerakan sastra Papua tidak boleh berhenti pada nostalgia. Sastra harus hidup di tengah masyarakat melalui kebiasaan membaca, menulis, bertutur, bernyanyi, berdiskusi, dan mendokumentasikan warisan budaya yang dimiliki setiap suku di Tanah Papua.

Semangat tersebut sejalan dengan perjuangan Arnold C. Ap dan kelompok Mambesak, yang membuktikan bahwa karya seni dan sastra yang lahir dari akar budaya sendiri mampu membangkitkan rasa bangga terhadap identitas Papua. Mambesak menjadi simbol bahwa kebudayaan dapat menjadi jalan untuk memperkuat harga diri dan membangun masa depan masyarakat Papua.

Dalam rangka memperingati Hari Lahir Mambesak ke-48 pada 5 Agustus 2026, KO’SAPA bersama Rumah Inspirasi Kebadabi dan RJB (Merdeka dari Kompleks) menyelenggarakan rangkaian kegiatan budaya di Mapiduba, Nabire.

Rangkaian kegiatan diawali pada 4 Agustus 2026 dengan lomba menggambar bagi anak-anak yang dibagi dalam dua kategori, yakni Usia Dini dan Kelas 4–6 Sekolah Dasar. Kegiatan ini bertujuan menanamkan kecintaan terhadap tokoh budaya, simbol-simbol Papua, serta nilai-nilai Mambesak sejak usia dini.

Puncak kegiatan pada 5 Agustus 2026 akan diisi dengan pembagian bingkisan Mambesak bagi anak-anak, diskusi bertema “Musik Akustik dan Musik AI”, penampilan vokal grup, musikalisasi puisi, pembacaan sastra, serta panggung lagu-lagu rakyat Papua yang diaransemen kembali sebagai bentuk pewarisan budaya kepada generasi muda.

Momentum ini juga menjadi penghormatan kepada almarhum Rikex Nhfod, musisi muda Papua yang telah meninggalkan jejak penting dalam perkembangan musik Papua. Semangat berkaryanya akan diteruskan melalui penampilan Anes Yeimo (King of Blvck) yang akan mempersembahkan Mixtape Mambesak sebagai penghormatan terhadap karya, kreativitas, dan semangat berkesenian anak-anak Papua.

Melalui tema “DO MI DOU (Segera Datang Lihat)”, KO’SAPA mengajak seluruh masyarakat untuk hadir, melihat, terlibat, dan bersama-sama membangun gerakan sastra yang lahir dari kesadaran masyarakat Papua sendiri.

Sastra Papua tidak akan tumbuh jika hanya dikagumi. Sastra harus dibiasakan, dirawat, ditulis, dinyanyikan, dipentaskan, dan diwariskan.

Karena itu, KO’SAPA percaya bahwa masa depan sastra Papua berada di tangan masyarakat Papua sendiri. Dari keringat sendirilah lahir karya, dari karya lahir peradaban, dan dari peradaban itulah identitas Papua akan tetap hidup sepanjang zaman.

DO MI DOU. Segera datang. Segera lihat. Mari bersama merawat sastra Papua dari keringat sendiri.