Deiyai, tiiruu.com – Bupati Deiyai, Melkianus Mote, meninjau pembangunan Sekretariat dan Bengkel Komunitas Sopir Mee Yoka di Waghete II, Kabupaten Deiyai, Kamis (2/7/2026). Peninjauan itu dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor transportasi.
Dalam kunjungan tersebut, Melkianus Mote didampingi sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di antaranya Kepala Dinas Tenaga Kerja, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Inspektur Inspektorat, serta perwakilan Bidang Aset Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).
Di sela peninjauan, Mote mengatakan pemerintah daerah telah memulai dukungannya sejak tahun lalu melalui hibah lahan untuk pembangunan sekretariat dan bengkel komunitas. Menurutnya, pembangunan fisik yang sedang berlangsung harus dapat diselesaikan pada tahun ini agar segera dimanfaatkan oleh para anggota komunitas.
“Tahun lalu pemerintah sudah menghibahkan lahan. Tahun ini saya berharap pembangunan sekretariat dan bengkel ini harus selesai sehingga dapat digunakan dengan baik oleh seluruh anggota komunitas. Pemerintah akan terus mendukung keberadaan Komunitas Sopir Mee Yoka karena ini adalah wadah yang sangat baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Mote.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah tidak hanya mendukung pembangunan fisik, tetapi juga berencana membantu penyediaan peralatan kerja melalui Dinas Tenaga Kerja. Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang operasional bengkel sehingga mampu menjadi sumber pendapatan bagi anggota komunitas.
“Setelah pembangunan selesai, melalui Dinas Tenaga Kerja kami akan berupaya membantu peralatan-peralatan yang dibutuhkan agar bengkel ini dapat berfungsi dengan baik dan menjadi sumber penghasilan bagi anggota komunitas,” ujarnya.
Menurut Mote, keberadaan sekretariat dan bengkel seharusnya menjadi lebih dari sekadar tempat berkumpul. Fasilitas tersebut diharapkan berkembang menjadi pusat pembinaan keterampilan, pengembangan kreativitas, sekaligus penguatan ekonomi masyarakat, khususnya generasi muda Orang Asli Mee yang bekerja di sektor transportasi.
Ia juga mengajak seluruh anggota Komunitas Sopir Mee Yoka menjaga solidaritas dan membangun kerja sama dalam menjalankan usaha maupun aktivitas organisasi. Selain itu, para sopir diharapkan turut mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk membantu mama-mama Papua yang berjualan di wilayah Deiyai.
“Saya berharap sopir-sopir yang tergabung dalam Komunitas Mee Yoka dapat saling mendukung, saling membantu dalam perputaran ekonomi, dan turut membantu mama-mama yang berjualan di daerah ini. Komunitas ini harus menjadi contoh bahwa kebersamaan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Mote mendorong pengurus komunitas segera melengkapi legalitas organisasi dengan mendaftarkan Komunitas Sopir Mee Yoka ke Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Deiyai. Menurut dia, legalitas organisasi penting agar pembinaan, pengembangan program, dan kemitraan dengan pemerintah dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Peninjauan tersebut disambut positif oleh anggota Komunitas Sopir Mee Yoka. Mereka menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Kabupaten Deiyai terhadap pengembangan organisasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.
Pemerintah Kabupaten Deiyai berharap pembangunan sekretariat, bengkel, serta rencana bantuan peralatan kerja dapat mendorong Komunitas Sopir Mee Yoka menjadi organisasi yang mandiri, profesional, dan mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Deiyai.











































